MUMBULSARI, Radar Jember - Kehadiran Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku), di SMPN 1 Mumbulsari pada Selasa (7/04/2026), membawa energi baru bagi generasi muda di pelosok desa tersebut.
Di tengah guyuran hujan deras, Gus Fawait, sapaan akrab sang Bupati, tidak sekadar datang memberikan sambutan formal.
Ia justru memilih gaya santai dan gayeng, berbaur langsung dengan para siswa di tengah suasana penuh tawa.
Di balik keakraban itu, terselip misi krusial: memutus rantai masalah kesehatan fundamental di Jember, mulai dari pernikahan dini hingga ancaman stunting.
Dalam orasinya di hadapan para siswa, Bupati Fawait menekankan bahwa masa depan Jember ada di pundak mereka yang saat ini masih duduk di bangku sekolah.
Ia secara tegas mensosialisasikan bahaya pernikahan dini yang sering kali menjadi akar masalah dari tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting di Jember.
"Kami mengadakan rangkaian Bunga Desaku di SMPN 1 Mumbulsari, salah satu tujuannya ingin menyampaikan pencegahan pernikahan dini di Jember," katanya, di sela-sela kegiatannya.
Ia tidak hanya datang dengan imbauan, tapi juga membawa solusi konkret berupa akses pendidikan. Menurutnya, motivasi untuk lanjut kuliah adalah "obat" paling ampuh untuk mencegah remaja terburu-buru naik pelaminan.
"Kita beri motivasi, kita kenalkan dengan beberapa kampus yang ada di Jember, dan kami berikan semangat serta peluang-peluang untuk mendapatkan beasiswa.
Beasiswa ini bagi kami agar adik-adik SMP termotivasi, sehingga setelah lulus mereka bisa melanjutkan ke SMA/Aliyah atau SMK, hingga kuliah," kata dia dengan nada optimis.
Langkah preventif di sekolah ini diyakini sebagai ikhtiar jangka panjang Pemkab Jember.
Dengan menunda usia pernikahan, kesiapan mental dan fisik calon ibu akan lebih terjamin, yang secara otomatis akan menekan angka stunting serta risiko kematian saat persalinan.
"Harapan kami upaya-upaya semacam ini merupakan ikhtiar untuk menurunkan angka pernikahan dini, lebih jauhnya untuk menurunkan angka stunting, AKI, dan AKB," tegas Fawait.
Tak hanya soal kesehatan dan pendidikan, Gus Fawait juga merespons cepat keluhan terkait sarana prasarana sekolah.
Baca Juga: Syarat Berat Jadi Direktur BUMD Jember: Pengalaman Manajerial 5 Tahun dan Bebas Politik
Ia menunjukkan sikap kepemimpinan yang realistis dan transparan terkait anggaran daerah.
"Terkait aspirasi penambahan fasilitas infrastruktur sekolah, kalau seumpama kebutuhannya ruang kelas, pasti kita langsung percepat. Tapi kalau aula, saya pikir nanti kita akan lihat kecukupan anggaran dan ruang fiskal kita di APBD Jember," pungkas dia.
Editor : Maulana RJ