Radar Jember - Realisasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember selama tahun 2025 hingga saat ini terus menujukkan progres yang signifikan.
Perbaikan bahkan tidak hanya menyasar akses infrastruktur yang menjadi motor perekonomian masyarakat, namun juga kebutuhan dasar.
Dalam dokumen LKPJ Bupati 2025 yang ia sampaikan di hadapan anggota DPRD, (31/03), tercatat, sepanjang 2.105,687 kilometer jalan kini berada dalam kondisi mantap, tersebar hingga ke pelosok desa untuk memastikan akses mobilitas warga.
Tak hanya aspal, sebanyak 4.236 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) telah berdiri kokoh, menerangi titik-titik strategis dan pemukiman yang sebelumnya minim cahaya.
Di sektor pendidikan, sedikitnya 124 gedung sekolah yang mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP telah direhabilitasi agar siswa belajar dengan rasa aman dan nyaman.
Sementara itu, untuk mengurai kemacetan dan modernisasi tata kota, proyek strategis Fly Over Simpang Empat Mangli, kini tengah progres Detail Engineering Design (DED).
Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan sektor produktif seperti pertanian, memerlukan nafas panjang dan perencanaan matang.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak bisa ujug-ujug langsung bisa dinikmati hasilnya.
"Contohnya, pembangunan infrastruktur pertanian tidak bisa diukur dalam satu atau dua bulan. Tahun 2025 kita membangun dengan anggaran besar, dan hasilnya akan terlihat di 2026," katanya, saat ditemui (31/03).
Gus Fawait, sapaan dia, membeberkan strategi cerdas dalam mengelola APBD agar tepat sasaran.
Melalui lobi ke pemerintah pusat, Pemkab Jember berupaya menarik anggaran nasional ke daerah agar dana lokal bisa dialokasikan ke sektor yang lebih membutuhkan sentuhan langsung.
"Politik anggaran kami adalah: jika kami bisa mendapatkan dukungan program besar dari Pemerintah Pusat, maka anggaran di APBD akan kami alihkan ke sektor lain yang kurang dukungan pusat, seperti pertanian, pendidikan dan beberapa sektor infrastruktur lainnya," pungkasnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh