Radar Jember - Sektor pelayanan publik terus menjadi fokus pemerintah daerah dengan menghadirkan berbagai kemudahan pelayanan yang mudah dijangkau.
Filosofi kemudahan pelayanan publik ini diakui oleh Bupati Jember Muhammad Fawait sebagai bagian dari memangkas jarak dan kesenjangan antara rakyat dengan pemerintahannya.
"Kami tidak anti kritik. Hidupnya demokrasi itu ketika kritik ditampung. Kita punya kanal lewat 'Wadul Guse', kita pangkas jarak masyarakat dengan pemerintah," kata Gus Fawait, memberikan keterangan terbuka tepat sata tahun pemerintahannya, (20/02).
Baca Juga: Perpani Jember Siapkan Seleksi Berdasarkan Skor, Jadi Penentu Siapa Berangkat ke Porprov Jatim 2027
Ia menilai, membangun demokrasi yang sehat artinya membuka ruang kritik seluas-luasnya. Karenanya, kanal Wadul Guse itu diluncurkan sebagai sarana masyarakat menyampaikan keluhan dan aspirasi secara langsung tanpa sekat birokrasi yang kaku.
Ia menegaskan, data yang masuk melalui platform pengaduan tersebut merupakan bahan baku paling murni untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu ia mendorong masyarakat untuk memberikan kritik yang konstruktif dan solutif.
Lebih jauh selain kanal digital, Fawait juga berencana melakukan desentralisasi Mall Pelayanan Publik (MPP). Ia tidak ingin pusat pelayanan hanya menumpuk di kota, tetapi harus hadir di wilayah barat, utara, dan timur Jember.
Baca Juga: Mudik ke Jember Kurang Pas Bila Tak Beli Cemilan Khas Ini
Ia membocorkan rencana itu MPP baru itu diantaranya MPP di Tanggul, Jombang, Sukowono, hingga Mayang. Tujuannya jelas: kecepatan pelayanan dan kemudahan bagi investor maupun warga lokal untuk mengurus berbagai keperluan administratif.
"Saya ingin investor masuk ke Jember tidak perlu berhari-hari. Mall Pelayanan Publik akan kita bangun di beberapa titik strategis agar layanan lebih cepat. Ke depan, kami akan terus melakukan inovasi pelayanan dasar agar Jember bisa menjadi percontohan di Jawa Timur," tambah Politisi Partai Gerindra itu. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh