Radar Jember - Ambisi pemerintah untuk memacu tumbuhnya investasi di Jember cukup kentara belakangan ini.
Meski infrastruktur daerah terus digenjot, namun birokrasi belum sepenuhnya memberikan karpet merah.
Salah satu yang dianggap ganjalan yakni belum disahkannya revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jember yang kerap membuat investor berpikir dua kali untuk tanam modal ke Jember.
Saat memberikan keterangan terbuka, di momen satu tahun kepemimpinannya, (20/2), Bupati Jember Muhammad Fawait mengutarakan keinginannya agar kecepatan pelayanan birokrasi terus dipacu demi memanjakan para pemodal atau investor.
"Saya ingin investor yang masuk ke Jember tidak menunggu berhari-hari. Kalau bisa, sehari tuntas," tegas dia.
Untuk mendukung misi "Karpet Merah" bagi investor itu, ia mendorong percepatan pengesahan Perda RTRW Jember.
Tak hanya itu, ia juga merancang desentralisasi pelayanan publik dengan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) di empat titik strategis: Tanggul dan Jombang di wilayah barat, Sukowono di utara, serta Mayang di wilayah timur.
Ia meyakini, APBD Jember saja tidak akan cukup untuk mengurai kemiskinan secara permanen. Namun butuh investasi sebagai mesin penggerak yang akan menciptakan lapangan kerja secara masif.
Gus Fawait bahkan memprediksi Jember akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur bagian timur.
Optimisme ini muncul seiring dengan membaiknya berbagai infrastruktur penunjang. Mulai dari reaktivasi Bandara Notohadinegoro hingga penyederhanaan birokrasi perizinan.
"Penurunan kemiskinan itu tidak hanya melalui APBD, tapi juga dengan cara menarik investor. Saya berharap Jember bisa menjadi percontohan di Jawa Timur dalam hal kecepatan pelayanan," tambah kepala daerah yang baru saja promosi Doktor Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, tersebut.
Sebagai informasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu (DPMPTSP) Jember mencatat, capaian investasi yang sudah masuk hingga triwulan III tahun 2025 mencapai Rp2,3 triliun.
Capaian ini melampaui target realisasi investasi yang telah diproyeksikan dalam RPJMD DPMPTSP Jember sebesar Rp1,25 triliun, atau naik 183 persen.
Besarnya nilai investasi ini tersebar di berbagai sektor usaha yang ada di Jember.
Lima sektor tertinggi penyumbang nilai investasi yaitu; Perumahan, kawasan industri dan perkantoran; Kedua Industri makanan; Ketiga Perdagangan dan reparasi; keempat Industri mineral non logam; dan Kelima Konstruksi. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh