Radar Jember - Pemerintah daerah kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap segala potensi pungutan liar yang mengganggu terhadap pelayanan dasar kepada masyarakat.
Salah satunya urusan berobat gratis hingga urusan cetak e-KTP.
Bahkan, masyarakat diminta untuk melakukan pengawasan langsung melalui kanal Wadul Guse, saluran besutan Bupati Jember Muhammad Fawait, yang dirancang untuk memutus rantai birokrasi yang berbelit.
Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa dirinya tidak akan menoleransi adanya diskriminasi pelayanan, terutama di sektor kesehatan dan administrasi kependudukan (adminduk).
"Kami kucurkan ratusan miliar agar rakyat bisa berobat gratis. Kalau ada yang pelayanannya buruk atau tidak dilayani, atau ditarik biaya, jangan diam. Laporkan ke kami melalui Wadul Guse," katanya, di hadapan warga, saat giat Safari Ramadhan di Balai Desa Klompangan, Ajung, (10/03).
Demi meyakinkan warga, ia bahkan melibatkan perwakilan direksi RSD dr Soebandi, RSD Balung, dan kepala Dispendukcapil Jember, saat itu, dan meminta menegaskan komitmennya untuk tegak lurus mendukung pemberantasan pelayanan gratis ini, di hadapan masyarakat.
Baca Juga: Buntut Kasus SPBU Teuku Umar Jember: Gus Fawait Perketat Rekomendasi BBM Subsidi di Dinas Pertanian
Dengan komitmen dan kanal Wadul Guse ini, ia ingin memastikan bahwa Pemkab Jember menutup celah perantara (calo) dan oknum petugas nakal yang mendulang kepentingan pribadi dari pelayanan.
"Jadi berobat itu gratis, cetak KTP juga gratis. Kalau ada pungli, laporkan ke Wadul Guse," tambah Gus Fawait, sembari melirik Kepala Dispendukcapil, Bambang Saputro, dan perwakilan direksi RSD yang hadir saat itu. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh