Radar Jember - Selama bertahun-tahun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember selalu berada di bawah target.
PAD dari tahun 2015-2024, rerata di kisaran Rp 640,212 miliar (Sebagian PAD baca grafis).
Angka itu seolah menjadi batas aman yang sulit dilampaui dalam perencanaan anggaran daerah.
Namun pada 2025, pola tersebut akhirnya terpatahkan.
PAD Jember melonjak tajam dan untuk pertama kalinya menembus angka psikologis Rp 1 triliun.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, capaian tersebut sebagai sejarah baru bagi Jember.
Ia menegaskan bahwa PAD 2025 telah melampaui angka psikologis yang selama ini dianggap sulit dicapai.
Menurutnya, keberhasilan ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kerja bersama dan tata kelola yang semakin baik.
“Kita telah mencetak sejarah baru, PAD Kabupaten Jember 2025 sudah tembus angka psikologis Rp 1 triliun,” katanya.
Lebih jauh, Gus Fawait menilai, capaian ini menunjukkan ikhtiar Jember menuju kemandirian fiskal sudah berada di jalur yang benar.
Target PAD Rp 1 triliun yang semula diproyeksikan tercapai pada 2026, justru berhasil direalisasikan lebih cepat.
Hal itu menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan daerah ke depan.
Ia juga optimistis capaian PAD Jember masih bisa terus ditingkatkan dalam beberapa tahun ke depan.
Ia menargetkan PAD Jember dapat berada di kisaran Rp 1,3 hingga Rp 1,5 triliun tanpa harus menaikkan pajak masyarakat.
Keyakinan tersebut didukung oleh pengalamannya di bidang pendapatan serta dorongan dari pemerintah pusat.
“Saya yakin lima tahun ke depan PAD bisa tembus Rp 1,3 sampai Rp 1,5 triliun tanpa menaikkan pajak,” katanya.
Selain itu, Bupati Fawait menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan DPR RI atas dukungan yang diberikan kepada Pemkab Jember.
Menurutnya, kemudahan akses dan komunikasi dengan kementerian menjadi peluang emas yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menyebut banyak kepala OPD merasakan langsung dukungan tersebut.
“Ini kesempatan emas, belum tentu terulang sepuluh tahun ke depan, dan harus kita manfaatkan sebaik mungkin,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menegaskan bahwa lonjakan PAD tidak lepas dari kolaborasi erat antara eksekutif dan legislatif.
Komisi C sebagai yang membidangi pendapatan terus mendorong penguatan koordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci utama dalam menggali potensi PAD secara optimal.
“Kami mengapresiasi peningkatan PAD. Ini adalah hasil kolaborasi antara eksekutif dan legislatif, khususnya Komisi C bersama Bapenda Jember,” jelas Ardi.
Politisi Gerindra ini menambahkan, ke depan Komisi C DPRD Jember akan terus mengawal kebijakan pendapatan agar tetap berpihak pada kepentingan daerah tanpa membebani masyarakat.
Ia menekankan pentingnya inovasi, pengawasan, dan optimalisasi sebagai strategi utama peningkatan PAD.
Dengan kerja bersama, ia yakin target PAD yang lebih tinggi bisa dicapai secara berkelanjutan.
“Kami akan terus bersinergi agar PAD meningkat, daerah mandiri, dan masyarakat tetap terlindungi,” pungkasnya. (kin/nur)
PERGERAKAN PAD JEMBER:
TAHUN PAD
2025 Rp 1 triliun
2024 Rp 774,17 miliar
2023 Rp 800 miliar
2022 Rp 752,5 miliar
2021 Rp 904,065 miliar
2020 Rp 629,96 miliar
SUMBER: Diolah dari berbagai sumber.
Editor : Imron Hidayatullahh