Radar Jember - Bupati Jember, Muhammad Fawait angkat bicara perihal kabar keterlambatan penyaluran honorarium atau insentif bagi para kader Posyandu di wilayahnya.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, ditemukan adanya tunggakan pembayaran yang belum terselesaikan dari periode tahun 2024.
Hal ini pun membuat bupati heran.
"Ya memang agak serba repot ya. Jadi yang tahun 2024 masih ada tanggungan di bulan November dan Desember," katanya, seusai bertemu dengan para kader Posyandu, saat kesempatan Guse Menyapa, di Balai Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Jember, Sabtu (27/12).
Keterlambatan ini menjadi perhatian khusus karena terjadi pada masa transisi pemerintahan.
Gus Fawait, sapaan dia, mengaku tengah melakukan pendalaman untuk mengetahui akar permasalahan mengapa hak-hak para kader tersebut belum tersalurkan pada periode sebelum dirinya menjabat.
"Ini sedang kita pelajari ada apa sih sebetulnya kok dulu sebelum saya dilantik Bupati kok ada honor kader yang tidak tersalurkan," jelasnya.
Meski terdapat kendala pada anggaran tahun sebelumnya, Gus Fawait membawa kabar baik untuk tahun anggaran 2025 ini.
Ia memastikan bahwa anggaran untuk honorarium kader Posyandu pada tahun 2025 sudah disalurkan tanpa hambatan.
"Tapi untuk yang tahun 2025, alhamdulillah tuntas semuanya," katanya.
Ia saat itu juga meminta seluruh jajaran organisasi perangkat
dDaerah (OPD) agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Ia meminta adanya perencanaan yang lebih presisi agar kesejahteraan para kader di garda terdepan kesehatan masyarakat ini tetap terjamin.
"Dan komitmen saya dengan para kepala OPD, tidak boleh lagi ada honor-honor Posyandu atau yang sejenisnya tidak terbayar di tahun-tahun berikutnya. Harus terencana dengan baik," pungkasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh