Radar Jember - Isu peningkatan literasi dan edukasi usia ideal kehamilan menjadi atensi langsung oleh Pemkab Jember.
Sebab, itu sebagai agenda strategis jangka panjang untuk mengatasi berbagai tantangan kesehatan.
Khususnya soal penurunan angka stunting serta angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, keberhasilan daerah di masa depan sangat bergantung pada penguasaan literasi generasi mudanya, di seluruh lini pendidikan.
"Ke depan Pemkab Jember harus mendukung guru dan siapa pun, untuk mengembangkan literasi, membaca dan menulis. Kunci sukses, kata guru saya, adalah membaca dan menulis," katanya, saat berdialog dengan ratusan pelajar di SMPN 1 Kencong, saat Bunga Desaku Jilid 7 di Kecamatan Kencong, (22/11).
Selain itu, Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember ini mengemukakan bahwa isu kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting juga menjadi fokus utama dalam lawatannya itu.
Salah upaya yang harus dilakukan dari hasil konsultasinya dengan ahli medis, yaitu mengenai usia kehamilan yang ideal.
"Berdasarkan konsultasi kami dengan dokter obgyn (kandungan, Red) dan dokter anak, kata mereka, salah satu penyebab stunting dan tingginya AKI, AKB, karena disebabkan usia kehamilannya di bawah 21 tahun," jelas dia.
Lebih lanjut, ia menegaskan akan terus aktif menyosialisasikan pentingnya perencanaan usia menikah dan hamil.
Idealnya, usia kehamilan yang paling aman dan ideal, menurut para dokter, berada di rentang 21 hingga 35 tahun.
"Kami dorong untuk giat belajar, sosialisasi program beasiswa Pemkab Jember dan yang paling penting kami minta kalau nanti menikah dan hamil, direncanakan usianya, idealnya 21-35 tahun," tegasnya.
Ia meyakini langkah mengintegrasikan edukasi kesehatan reproduksi dan literasi ini, turut menjadi ikhtiar jangka panjang yang dilakukan Pemkab Jember.
"Mudah-mudahan ikhtiar ini ke depan dalam jangka panjang menurunkan stunting, AKI, AKB di Jember," pungkasnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh