Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memanfaatkan rangkaian program Guse Menyapa, di Lapangan Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, pada pekan kemarin (18/10).
Salah satu tujuannya untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menyampaikan laporan pertanggungjawaban pribadinya.
Dihadapan ratusan kaum ibu atau yang disebut emak-emak itu, Gus Fawait menyebut progress delapan bulan kepemimpinannya.
Ia menegaskan, analogi itu untuk meminta pengertian masyarakat bahwa pembangunan dan perubahan besar di Jember perlu perencanaan dan eksekusi yang cermat agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
"Hari ini saya menyampaikan laporan khusus kami selama delapan bulan menjadi bupati, kalau ditanya ngapain? Saya hanya kangen ingin ketemu emak-emak," katanya, saat memberi sambutan, diiringi tepuk tangan hadirin saat itu.
Beberapa hal yang ia sampaikan selama menjabat berkaitan dengan pelayanan kebutuhan dasar hingga persoalan infrastruktur.
Mulai dari pengobatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, program insentif untuk guru ngaji, beasiswa kuliah untuk anak-anak Jember, peluncuran jembatan komunikasi melalui Wadul Guse, dan beberapa lainnya.
Bahkan sejumlah program prioritas presiden juga tak luput ia sampaikan. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ada pertanyaan: Gus, ibu-ibu pengajian kapan? Sabar, ini masih delapan bulan, ibarat ibu hamil masih belum lahiran. Insyaallah nanti ibu-ibu ketua pengajian juga akan kami pikirkan kesejahteraannya," jelas dia.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa lawatannya itu sebagai janji politiknya saat ia mengawali karir politiknya dengan maju sebagai calon anggota DPRD Jatim, hingga calon bupati.
“Kami tidak akan lupa, sebelum kami jadi bupati, silaturahmi dengan emak-emak seperti ini sudah kami jalankan. Kami ingin buktikan, dengan barokahnya salawat, barokahnya doa emak-emak, insyaallah kita bisa membawa Jember Baru, Jember maju," pungkas Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh