Radar Jember - Kehangatan dan rasa hormat mewarnai proses penyaluran honor atau insentif bagi para guru ngaji dan modin, di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember, Sabtu (11/10).
Salah satu program Bupati Jember Muhammad Fawait ini bukan hanya menghadirkan jumlah penerima terbesar, mencapai 22 ribu.
Namun juga penyalurannya yang mengedepankan sisi humanisme.
Momen itu tersaji saat penyaluran kepada Kiai Sa'i, salah satu penerima honor guru ngaji di Musala Nurul Jadid, Lingkungan Sumbersalak, Kranjingan.
Karena memiliki keterbatasan penglihatan, kiai usia 68 tahun itu diantar jemput menggunakan minibus demi haknya sebesar Rp 1,5 juta sampai di tangannya.
"Jadi, beliau diantar ke kantor kelurahan, begitu sampai, kami bantu tandatangan, dan langsung kami serahkan uangnya. Setelah itu beliau langsung diantar pulang lagi, jadi cepat," kata Lurah Kranjingan Ica Ghea Hernawati, kemarin (12/10).
Plt Camat Sumbersari Deni Hafiatullah menambahkan, Kiai Sa'i menjadi salah satu dari total 99 penerima bantuan honor ini di kelurahan tersebut.
Menurutnya, kiai, ustad-ustadah, guru kitab hingga modin, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk urusan agama selama ini, dirasa layak untuk menerima apresiasi dari pemerintah dengan sebaik mungkin.
"Komitmen kami sejalan dengan arahan Gus Bupati Fawait agar memastikan penyaluran hak-hak guru ngaji ini benar-benar memudahkan, cepat, dan benar-benar menghormati beliau-beliau. Semoga nanti guru ngaji yang terkaver bantuan bisa lebih banyak lagi," tambah Deni. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh