Radar Jember - Wawancara Beasiswa Cinta Bergema berlanjut. Suasananya pun berbeda dari biasanya.
Alih-alih bertatap muka, pewawancara dan calon penerima saling berhadapan melalui layar.
Langkah daring itu dimaksudkan memberi ruang bagi mahasiswa Jember yang tak bisa hadir secara langsung karena sedang di luar kota atau luar negeri.
Dengan catatan mereka sudah menyampaikan alasan sebelumnya kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember.
Total ada 273 mahasiswa yang menjalani wawancara luring ini.
Enam di antaranya berkuliah di luar negeri.
Awalnya tercatat sembilan mahasiswa dari kampus luar negeri, namun salah satunya telah mengikuti wawancara secara luring di Dispendik.
Sementara dua lainnya belum memberikan keterangan.
Kabid Pembinaan SMP Dispendik Jember Tulus Wijayanto mengatakan, wawancara digelar selama dua hari.
Perinciannya, 136 mahasiswa wawancara pada Kamis.
Lalu 137 mahasiswa wawancara kemarin.
Pelaksanaan dua hari tersebut dimaksudkan agar alur, waktu, dan penilaian tetap sesuai prosedur meski tidak bertatap muka.
Meski daring, syarat administrasi tidak longgar.
Artinya bukti dan dokumen harus tetap ditunjukkan dan dicocokkan satu per satu.
“Ini metode baru. Sehingga ada perbedaan wawancara daring dengan luring. Kalau luring bisa mengecek berkas hardcopy secara cepat. Sementara daring harus ditunjukkan lalu kami mencocokkan sesuai atau tidak,” katanya, kemarin.
Secara durasi, wawancara daring cenderung lebih panjang dibanding tatap muka.
Sebab pemeriksaan berkas membutuhkan waktu lebih lama.
Pihaknya mencatat, setiap wawancara memerlukan waktu rerata 20 menit.
Belum lagi mengenai koneksi internet yang kurang stabil maupun penggunaan perangkat.
Oleh karena itu, pihaknya memastikan agar wawancara daring bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Untuk menjaga keseragaman penilaian, tim pewawancara berkumpul di Dispendik.
Sehingga setiap jalur penerimaan diuji dengan instrumen yang sama.
Langkah penyamaan persepsi itu penting agar calon yang lolos benar-benar sesuai kriteria yang ditetapkan.
“Ada 25 tim dari beberapa OPD yang kami libatkan agar hasilnya nanti sesuai dengan harapan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dispendik Jember Hadi Mulyono menambahkan, wawancara daring ini diambil setelah rapat dengan pokja dan arahan dari Bupati Jember untuk menjamin kesempatan yang setara bagi semua pendaftar.
Menurutnya, format baru diharapkan lebih fleksibel dan efisien tanpa mengorbankan mutu penilaian.
Pihaknya juga berupaya agar jadwal berjalan sesuai target.
“Prinsipnya, tidak boleh ada yang terlewat hanya karena kendala teknis,” tegas Hadi. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh