Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Hanya PAD, Wisata Jember Harus Berbasis Pemberdayaan Masyarakat! HPI Soroti Program Proyek-proyekan

Mega Silvia RJ • Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:30 WIB

KAWASAN PESISIR: Tour wisata lokal yang menyusuri perkampungan nelayan di Pantai Payangan. HPI Jember ingin pengembangan kawasan wisata di Jember berlandaskan pemberdayaan masyarakat.
KAWASAN PESISIR: Tour wisata lokal yang menyusuri perkampungan nelayan di Pantai Payangan. HPI Jember ingin pengembangan kawasan wisata di Jember berlandaskan pemberdayaan masyarakat.

Radar Jember - Konsep RPJMD Jember 2025-2029 disebut bisa memberikan ruang besar untuk promosi atau pariwisata daerah.

Sehingga potensi mendongkrak PAD dari sektor wisata terbuka lebar.

Namun demikian, dalam prosesnya harus memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jember Hasti Utami menegaskan, pengembangan kawasan wisata di Jember harus tetap berlandaskan pemberdayaan masyarakat.

“Sepertinya kami dengar program kawasan wisata terintegrasi yang sudah kami gagas dan sudah kami presentasikan di Kemenparekraf,” katanya.

Dia menilai kebijakan Bupati Jember Muhammad Fawait saat ini memberi peluang besar terhadap promosi daerah yang bisa menjadi kekuatan untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Jember sebagai salah satu kekuatan potensi daerah termasuk untuk mendongkrak PAD dan pemberdayaan masyarakat.” paparnya.

Sejak 2017, HPI Jember telah melakukan gerakan edukasi wisata masyarakat lewat program Taman Siaga Bus Kota.

Mengedukasi masyarakat di kawasan-kawasan yang punya potensi wisata besar untuk menjadi tourism partnership.

“Konsep besar kami adalah bagaimana pengentasan kemiskinan itu dimulai dari sektor pariwisata," gagasnya.

Pemberdayaan juga menyasar sektor transportasi konvensional agar terlibat langsung dalam layanan wisata.

Memberdayakan para sopir angkutan pariwisata dan mengedukasi agar memiliki skill pemandu wisata.

“Dari mereka ini, wisatawan tahu banyak tentang potensi-potensi yang ada di Jember," ulas Hasti.

Untuk mengenalkan sejarah kota, tambahnya, program Jember heritage walking tour juga dibuat.

Dengan fokus menciptakan duta-duta wisata untuk Jember.

“Itu selama ini ada gratis, ada yang berbayar," tambahnya.

Program kawasan wisata terintegrasi juga kembali dimunculkan pada 2023 kepada kementerian.

 Juga mendapatkan pengakuan program nasional terbaik.

"Yang kami presentasikan adalah Kawasan Wisata Terintegrasi Segoro Kidul, Kawasan Geopark Raung, sama perkotaan," sebutnya.

Jember kini dibagi menjadi tiga kawasan wisata utama yang masing-masing dikembangkan berdasarkan karakteristiknya.

Dengan pembagian tersebut, kata dia, memudahkan pengembangannya berdasarkan karakteristik kawasan

Pembangunan jalan menuju lokasi wisata seperti Bande Alit dinilai turut memperkuat akses dan nilai ekonomi masyarakat pesisir. 

Hasti berharap arah pengembangan wisata ke depan tetap menjunjung tinggi prinsip gotong-royong dan tidak hanya berorientasi pada proyek anggaran.

"Seluruh pergerakan kami fokusnya adalah program pemberdayaan masyarakat. Jangan sampai hal-hal yang sifatnya program pemberdayaan masyarakat ini menjadi proyek," tegasnya. (sil/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#himpunan pramuwisata indonesia #Jember #pengembangan wisata #pemberdayaan masyarakat #PAD (Pendapatan Asli Daerah)