Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait merespons positif pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif dewan tentang pendidikan, yang kini bergulir di DPRD Jember.
Yakni Raperda Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PWK) dan Raperda Penyelenggaraan Pendidikan.
Dalam nota penjelasannya, Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, menilai kedua raperda tersebut menekankan penguatan nasionalisme.
Selain itu, mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal, serta sesuai dengan karakter pendidikan di Jember yang didominasi sekitar 740 lembaga pesantren.
"Kami menyambut baik dua raperda ini. Wawasan kebangsaan itu sangat penting bagi kita, yang hari ini lebih ditekankan dan diperdalam. Apalagi kami di pesantren tidak asing dengan hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman," katanya, ditemui seusai rapat paripurna.
Dia menilai semangat kedua raperda itu sejalan dengan visi-misinya.
Yakni, mewujudkan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan religius guna tercapainya Jember Baru Jember Maju.
Selain itu, ia juga meyakini kedua raperda tersebut mampu menjawab salah satu persoalan krusial Jember yakni kemiskinan.
“Raperda ini selaras dengan semangat kami bahwa pendidikan salah satu tools untuk pengentasan kemiskinan dalam jangka panjang. Dan kami sudah berkomitmen, siap bersinergi dan mensukseskan usulan raperda yang diinisiasi oleh DPRD Jember," imbuh mantan legislator DPRD Jatim itu.
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mengapresiasi respons eksekutif terhadap dua raperda usulan legislatif itu yang nantinya akan disokong dengan APBD dan disinergikan dengan program yang sudah ada.
"Di Jember tidak hanya pendidikan formal, banyak juga pendidikan informal dan nonformal. Termasuk lembaga pesantren,” paparnya.
Setelah penjelasan bupati, pembahasan dua raperda tersebut berlanjut, Selasa (24/6) pukul 09.00 dengan agenda jawaban fraksi terhadap pandangan bupati.
Pada waktu yang sama juga dilakukan pembahasan Raperda LPP APBD 2024 dan Raperda RPJMD dengan agenda jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi. (mau/dwi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh