TEMPUREJO, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait belakangan ini rajin melakukan kunjungan ke berbagai kementrian, di Jakarta, untuk menawarkan sejumlah program pembangunan untuk Jember.
Tidak hanya kementerian, bupati Fawait juga mengaku bertemu dengan sejumlah elit pimpinan partai politik.
Salah satu yang ditemuinya yakni Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra.
Saat itu, ia mengaku menceritakan salah satu keinginannya agar Kabupaten Jember memiliki satu tambahan rumah sakit daerah (RSD) lagi yang berlokasi di sekitar Jember barat.
“Saya sempat ketemu Pak Sufmi Dasco, dan matur ke beliau; Jember butuh rumah sakit, kalau mau RSD dr Soebandi ini diperbesar, kalau bisa di Jember barat butuh rumah sakit,” katanya, menceritakan pertemuannya dengan Sufmi Dasco.
Baca Juga: Respon Bupati Jember Gus Fawait Saat TP3D Dikritik, Tidak Dapat Bayaran Sik Dikritik
Saat kesempatan bertemu dengan masyarakat di Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, (5/6/2025), ia juga menyampaikan kabar baik terkait keinginannya mendirikan rumah sakit itu bisa mendapatkan lampu hijau dari pusat.
“Terus beliau (Sufmi Dasco) nanya ke kita, butuh berapa anggaran untuk pembuatan rumah sakit? Saya jawab, Rp 150 Miliar. Insya Allah ini akan dikabulkan, Alhamdulillah,” tambah Gus Fawait.
Lebih lanjut, Politisi Gerindra ini menegaskan dalam lawatannya ke Jakarta itu tidak sekedar silaturahmi, namun juga menyodorkan proposal program pembangunan ke pusat agar mau mengucurkan APBN-nya untuk membantu pembangunan Jember. Khususnya di bidang infrastruktur.
Ia menilai, membangun Jember tidak cukup dengan APBD Jember yang terbatas sekitar Rp 4,2 triliunan. Terlebih, Jember memiliki permasalahan akut yang belum tertangani dengan baik yakni kemiskinan.
Ia mencontohkan beberapa program hasil lobi-lobinya itu diantaranya, bantuan pembangunan di bidang infrastruktur berupa flyover atau underpass di Perempatan Mangli senilai ratusan miliar tahun 2026.
Lalu, bantuan pemasangan jaringan listrik di Bandealit senilai hampir Rp 50 miliar, rencana bantuan 7.000 meteran listrik gratis, bantuan alat-alat kesehatan untuk RSD di Jember yang ditaksir Rp 100 miliar, penambahan rumah sakit daerah, bantuan optimalisasi 6.000 hektare lahan pemda, bantuan alsintan, dan beberapa lainnya.
"Kalau ditotal ini semuanya, tiga bulan Jember dapat dana insya Allah sebanyak sekitar Rp1 Triliun untuk untuk tahun 2025 dan 2026, untuk Jember. Makanya saya Senin Selasa Rabu, saya ngamen ke Jakarta," imbuh dia.
Baca Juga: Bupati Fawait Dukung SR, Tapi Bisakah Sekolah Rakyat Atasi Kesenjangan di Jember?
Editor : M. Ainul Budi