Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait kian menegaskan komitmennya untuk memajukan Jember dalam 5 tahun ke depan.
Hal itu ia ucapkan saat merayakan puncak 100 hari masa kinerjanya sejak dilantik menjadi bupati, di Pantai Watu Ulo, Ambulu, Minggu (1/6), bersama seluruh OPD, serta ribuan pegawai yang baru menerima surat keputusan (SK) PPPK.
Sejak dilantik memimpin daerah berpenduduk 2,6 juta jiwa ini pada 20 Februari 2025 lalu, Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember ini, telah menggeber sejumlah program yang cukup merakyat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mulai dari meluncurkan UHC Prioritas, BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja informal, Saluran Wadul Guse, Bunga Desaku, perbaikan jalan, realokasi anggaran hasil efisiensi, dan beberapa lainnya.
Tak sampai di situ, pasangan Wakil Bupati Jember Djoko Susanto ini juga menurunkan retribusi pasar, meneken surat edaran (SE) pengaturan jam kerja untuk guru dan nakes.
Bahkan, rajin melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat agar mau mengucurkan bantuan dan programnya ke Jember.
Sebagai bentuk bertanggungjawaban, ia juga menyampaikan hasil dan rencana kinerjanya secara terbuka ke publik.
Melalui program Pro Guse, sampai memasuki episode ke delapan.
Buah dari hasil kinerjanya selama 100 hari kemarin juga telah menyabet sejumlah penghargaan, dari level lokal hingga nasional.
"Terima kasih, program 100 hari ini tidak akan berhasil tanpa kerja sama para kepala OPD dan semuanya. Termasuk kawan-kawan media yang setiap Senin setia menemani. Kami menyampaikan apa yang sudah kami kerjakan dan yang akan kami kerjakan," kata Gus Fawait, kepada wartawan.
Gus Fawait memastikan capaian selama 100 hari kinerja kemarin akan menjadi fondasi penting untuk melakukan evaluasi besar-besaran.
"Maka 100 hari ini kami bersama jajaran OPD semuanya kami bekerja ekstra keras," janjinya.
Ia juga berencana memugar komposisi pejabat OPD, dalam waktu dekat, untuk lebih memacu performa birokrasi di pemerintahannya.
"Sengaja kami tidak langsung menggeser-geser OPD, kami ingin kasih kesempatan kemarin 100 hari untuk inovasi, dan hari ini kami akan evaluasi mana kepala OPD dan kabid-kabid yang memang cocok dan mana yang harus geser. Sesuai dengan petunjuk dan izin dari BKN," pungkas dia. (mau/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh