Radar Jember – Dapur sehat untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember semakin meluas.
Kemarin, ada peresmian dapur baru, dengan kapasitas yang akan menjangkau lebih dari 6.000 siswa.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan para petani dan peternak sebagai pemasok bahan baku.
Owner Dapur MBG, Ahmad Sudiono, mengungkapkan bahwa dapur 1 dan 2 masing-masing akan melayani 3.652 dan 3.682 siswa penerima manfaat.
Dia menjelaskan bahwa angka ini jauh di atas standar minimum 3.000 siswa per dapur.
Sedangkan dapur yang kini diresmikan memiliki potensi peningkatan hingga 4.000 siswa seiring dengan perkembangan program.
"SOP-nya jelas, bahan makanan tidak boleh dibeli dengan harga melebihi pasar. Setiap dapur diawasi langsung oleh kepala dapur, didukung oleh administrasi yang rapi dan tenaga ahli gizi untuk memastikan pengelolaan yang terorganisir," ujarnya.
Takaran makanan yang diberikan juga disesuaikan untuk setiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA, dengan memperhatikan kebutuhan gizi yang seimbang.
"Menu yang disajikan harus mencakup karbohidrat, protein, dan serat agar gizinya seimbang," tambah Ahmad.
Lebih lanjut, Sudiono menekankan bahan baku untuk MBG diperoleh langsung dari pelaku usaha kecil, bukan dari tengkulak besar.
"Sayur kami ambil dari petani, ayam dari peternak, dan semuanya dipilih dengan seleksi ketat untuk memastikan keberlanjutan pasokan sekaligus mendukung perputaran ekonomi UMKM," katanya.
Distribusi makanan untuk lebih dari 6.000 siswa ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari TK pada pukul 08.30, siswa kelas 1-3 SD pada pukul 09.30, dan siswa kelas 4 hingga SMA pada pukul 11.00.
Lokasi terjauh yang akan dilayani adalah SDK Dharma Wanita, yang berjarak sekitar 8,9 kilometer dari dapur.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir meresmikan dapur MBG pertama yang diselenggarakan oleh pihak swasta menyampaikan apresiasinya.
Menurutnya, dapur ini membuktikan bahwa Jember siap bersinergi dalam menjalankan program pemerintah pusat.
"Dapur ini juga akan membuka lapangan pekerjaan dan, yang tak kalah penting, memperbaiki gizi anak-anak Indonesia," ujar Fawait.
Fawait menambahkan, dapur ini akan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal, dengan melibatkan produsen tempe, tahu, peternak ayam, dan pelaku UMKM lainnya.
"Ini adalah bagian dari cita-cita besar bangsa untuk mencapai Indonesia Emas 2045, di mana anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup dan ekonomi bergerak hingga ke pelosok desa," jelasnya. (yul/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh