Radar Jember - Kerusakan jalan yang banyak terjadi terus mendapatkan atensi pemerintah daerah.
Satu per satu titik kerusakan mulai dilakukan penanganan cepat berupa penambalan atau renovasi ringan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, pemerintah daerah melalui Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA), terus bergerak melakukan perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
jalanBaca Juga: Fokus Pembangunan Jalan dan RTLH, TMMD Ke-124 di Desa Plalangan Jember Libatkan Warga dalam Pekerjaan Tertentu
Menurut dia, sejak tim URC menambal jalan rusak, dimulai pada 24 April sampai 3 Mei kemarin ini, sebanyak di 56 ruas jalan telah diperbaiki.
Sementara total volume mencapai 5.415 meter persegi.
"Kami terus bergerak, kami apresiasi Dinas PU Bina Marga, yang terus bekerja. Tentu ini belum seberapa dibandingkan dengan jumlah kerusakan yang ada. Tapi tim terus bergerak, melakukan perbaikan," katanya, saat menyampaikan kemajuan kinerjanya di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, malam Selasa (6/5).
Gus Fawait juga meminta dukungan aktif masyarakat untuk menyampaikan titik/lokasi kerusakan jalan melalui saluran Wadul Guse.
Ia menjamin perbaikan jalan tahun ini tuntas.
Apalagi anggaran URC paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Besarnya alokasi anggaran menjadi tanda keseriusan Pemkab Jember dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Khususnya infrastruktur jalan yang berpengaruh langsung terhadap mobilitas dan ekonomi warga.
"Insyaallah, anggaran tahun ini untuk perbaikan jalan melalui URC merupakan yang tertinggi. Ini menunjukkan komitmen kami dalam merespons keluhan masyarakat secepat mungkin. Namun, tentu tidak cukup dengan URC saja. Akan ada program perbaikan dan pembangunan jalan lainnya yang juga dilaksanakan tahun ini," papar Gus Fawait
Sementara itu, Plt Kepala DPUBMSDA Jember Arif Liyantono menambahkan, perbaikan jalan dengan tambal sulam dengan telah dilakukan sebanyak 5.415 meter persegi dan tersebar di 10 wilayah korwil DPUBMSDA Jember.
"Tambal sulam ini volumenya banyak. Kalau bisa sekitar bulan ke delapan ini kami selesai, tapi melihat curah hujan yang tinggi, itu juga berpengaruh. Tetap, kami evaluasi nanti," imbuh dia. (mau/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh