JEMBER, RADARJEMBER.ID- Bupati Jember Hendy Siswanto menyebutkan, Jember merupakan daerah yang layak menjadi studi keislaman di Jatim.
Bukan tanpa alasan, ungkapan bupati tersebut dilandasi berbagai prestasi warga Jember dalam hal keislaman.
Salah satunya yakni Iskandar Dzulqarnain, pelajar kelas 1 SMP yang berhasil menjadi qari terbaik dalam Seleksi Tilawatil Quran dan Musabaqah Hadits (STQMH) tingkat nasional tahun 2023.
Perolehan tersebut membuktikan bahwa Jember mampu mencetak pembaca Alquran terbaik tingkat nasional. Sehingga kualitas belajar mengajar agama Islam di Jember sudah tidak diragukan lagi.
Bupati Hendy mengungkapkan, dari jumlah 2,6 juta penduduk, 98 persen warga Jember beragama Islam, atau sejumlah 2,4 juta jiwa.
Selain itu, terdapat 1.240 masjid, 3.900 musala, dan 650 pesantren besar yang santrinya di atas 500 orang. Belum lagi di Jember juga terdapat dua perguruan tinggi Islam.
“Jadi, sudah sepantasnya Jember bisa disebut kota santri,” jelasnya.
Dengan demikian, kehidupan berbangsa dan bernegara di Jember sangat dipengaruhi oleh santri.
Sehingga, kehidupan yang penuh dengan rasa toleransi bisa tumbuh dengan baik. Untuk itu, Jember sangat layak jadi pusat studi Islam di Jatim, bahkan se-Indonesia.
Dari situ, kata dia, sudah tergambar bahwa Jember merupakan daerah yang memiliki sistem pendidikan agama Islam yang cukup baik.
Sehingga, pilihan belajar ilmu keagamaan di Jember bukan pilihan yang salah. Bahkan itu merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan ilmu agama Islam.
Sementara itu, Bupati Hendy juga menjelaskan bahwa tahun ini Jember akan menjadi tuan rumah MTQ XXXI Jatim.
Bahkan bendera MTQ XXXI Jatim juga sudah terpasang di Pendapa Wahyawibawagraha sebagai semangat santri Jember menjadi yang terbaik.
“Hal ini menjadi sesuatu yang istimewa. Jember akan didatangi santri dari berbagai daerah. Mari tunjukkan bahwa Jember daerah yang memiliki nilai agama Islam yang kuat,” pungkasnya. (qal/c2/dwi)
Editor : Alvioniza