KEPATIHAN, Radar Jember - Momen bulan Ramadan memang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Kemeriahan selama puasa selalu dihadirkan.
Bahkan saking meriahnya tidak sedikit sampai mengganggu kenyamanan lingkungan masyarakat.
Seperti menyalakan sound system yang sangat bising saat membangunkan sahur.
Mengetahui hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengimbau kepada pemilik sound system agar tidak berlebihan.
Meski tak tertuang dalam surat edaran (SE) resmi, pihaknya tetap mengingatkan agar tak membunyikan sound system secara berlebihan.
"Hormati orang di sekitar. Tidak semua orang nyaman, apalagi suaranya keras," katanya.
Jika ingin membangunkan orang sahur, bupati meminta tidak perlu menggunakan kendaraan besar dengan musik keras dari sound system.
Justru membuat tidak nyaman orang lain. Cukup dengan ronda dan memukul kentongan bambu.
Lebih lanjut, bupati meminta warga tak menyalakan petasan. Apalagi sampai memproduksi. Sekecil apa pun petasannya jelas merupakan hal yang berbahaya.
"Kelihatannya sepele. Namun, kalau sudah kelewatan akan sangat berbahaya, soalnya itu api," terangnya.
Dengan demikian, untuk menikmati ibadah puasa Ramadan, bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan positif keagamaan.
Seperti tadarus, pengajian, pengumpulan zakat, atau kegiatan sosial lain.
Kegiatan itu justru akan membuat orang di sekitar merasa tersentuh.
Daripada memutar musik keras-keras atau bermain petasan yang bisa mengganggu ketentraman publik.
Oleh karena itu, camat, kepala desa, kepala dusun, hingga RT/RW diharapkan aktif mengimbau warganya.
"Ingatkan mereka jika sudah mengganggu ketenteraman publik," pungkasnya. (qal/c2/dwi)
Editor : Radar Digital