Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dandim 0824/Jember Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas pada Pemilu 2024 meski Beda Pilihan

Radar Digital • Selasa, 31 Oktober 2023 | 22:20 WIB
DEKLARASI: Sejumlah pejabat forkopimda dan pimpinan parpol saat deklarasi pemilu damai di Makodim 0824/Jember (30/10).
DEKLARASI: Sejumlah pejabat forkopimda dan pimpinan parpol saat deklarasi pemilu damai di Makodim 0824/Jember (30/10).

PATRANG, Radar Jember - Deklarasi pemilu damai kembali dilakukan di Jember. Jika beberapa pekan lalu diinisiasi Kapolres Jember, kini giliran Dandim 0824/Jember turut ambil giliran. Kegiatan tersebut untuk mengajak semua pihak menjaga kondusivitas dan diharapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 mendatang.

Bupati Hendy menyebutkan, deklarasi itu menjadi momentum dalam menyatukan visi dan misi untuk pelaksanaan pemilu yang aman, tertib, dan berintegritas. Sebab, pesta demokrasi harus dimaknai dengan penuh kegembiraan. “Pesta demokrasi menjadi momen menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Jember, bisa menjalankan pemilu dengan baik,” terangnya.

Dalam hal itu, seluruh parpol wajib menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan. Agar pelaksanaan demokrasi rakyat berjalan kondusif. Terutama pada saat masa kampanye serta seusai pemilihan. Sebab, pada saat-saat itu merupakan waktu yang cukup rawan terjadi gesekan antarpemilih yang memiliki beda pilihan.

Lebih lanjut, Bupati Hendy menyampaikan, berbeda pilihan saat pemilu itu merupakan hal yang lumrah dalam momentum pesta demokrasi. Meski begitu, menciptakan suasana yang damai harus menjadi sebuah tujuan. “Perbedaan pilihan itu boleh, tapi harus tetap menjadi satu. Damai di bawah naungan NKRI,” imbuh bupati.

Bupati berharap kegiatan Deklarasi Pemilu Damai bukan hanya menjadi kegiatan seremonial. Melainkan menjadikan deklarasi pemilu damai sebagai wadah terciptanya pemilu yang damai. Terlebih, gelaran pemilu saat ini cukup meriah daripada tahun-tahun sebelumnya.

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi menyebut, deklarasi itu penting dengan harapan dapat meningkatkan partisipasi publik terhadap Pemilu 2024. "Deklarasi ini saya kira meski kegiatan seremonial formalitas, tapi saya yakin jika ini sering kita ingatkan dengan kegiatan-kegiatan serupa, itu bisa betul-betul menjadi komitmen semua pihak untuk mewujudkan cita-cita tersebut (pemilu damai, Red)," katanya

Hanafi menilai, deklarasi semacam itu sangat positif sekaligus menunjukkan bahwa pesta demokrasi lima tahunan ini mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat. "Banyak lembaga, banyak pihak yang memiliki komitmen yang sama bagaimana Pemilu 2024 ini berjalan dengan damai," katanya.

Saat deklarasi itu, terlihat sejumlah jajaran forkopimda, KPU dan Bawaslu, serta para pimpinan partai politik peserta pemilu di Kabupaten Jember. Hanya PDIP, PSI, dan PBB yang saat itu tidak ada perwakilan yang menghadiri. "Kami berharap bahwa deklarasi damai ini tidak hanya sekali ini saja. Tapi, juga dilakukan pihak-pihak yang memiliki komitmen yang sama dalam rangka Pemilu 2024, khususnya di Kabupaten Jember, berjalan damai," imbuh Hanafi.

Lebih lanjut, Hanafi menyebut, berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya di tahun 2019, deklarasi damai semacam itu dirasa masih cukup efektif untuk mewujudkan pemilu damai, sekaligus meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 nanti. "Saat deklarasi tadi kita dengarkan bersama, bupati, forkopimda, dan pimpinan parpol agar mendorong partisipasi publik meningkat di Jember untuk Pemilu 2024 nanti lebih tinggi daripada Pemilu 2019 lalu," katanya.

Hanafi juga mengharapkan inisiatif atau gerakan serupa untuk mendukung pemilu damai itu juga dilakukan oleh lapisan masyarakat lainnya. "Saya kira ini sesuatu yang positif, dan tentunya KPU sangat mengapresiasi itu, mendukung. Siap bekerja sama dengan para pihak yang memiliki komitmen dan cita-cita yang sama dengan KPU," tukasnya.

Untuk diketahui, partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Jember sebesar 76,05 persen dari jumlah 1,8 juta pemilih. Angka diharapkan tersebut bisa meningkat pada Pemilu 2024, mencapai 80 persen. Terlebih, Kabupaten Jember daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga setelah Surabaya dan Malang. (mau/qal/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Kabupaten Jember #pemilu damai