KEPATIHAN, Radar Jember – Catatan prestasi apik kembali diraih Bupati Jember Hendy Siswanto. Bupati Hendy mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Daerah Pembina Koperasi dan UMKM Terbaik se-Jatim tahun 2023. Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Hendy, yang diberikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Emil Elestianto Dardak di puncak Hari Koperasi ke-76 yang dilaksanakan di Alun-Alun Jember, Kamis (27/7) lalu.
Penghargaan itu tidak semata-mata langsung diberikan kepada Bupati Hendy. Seperti yang diketahui, banyak yang telah dilakukan oleh bupati dan jajarannya untuk membangkitkan dan memberdayakan pelaku UMKM agar bisa bangkit seusai pandemi. Sebab, pada saat itu, setiap kepala daerah kabupaten/kota harus memutar otak untuk membangkitkan perekonomian daerahnya masing-masing. Jember bisa dibilang sukses dalam hal itu.
Banyak event yang Bupati Hendy gelar dengan tujuan utamanya membangkitkan ekonomi kerakyatan. Mulai dari perhelatan hiburan, sports tourism, hingga banyak kegiatan yang mengumpulkan para pelaku UMKM. “Event itu bukan hanya hiburan semata, tapi beresensi pembangkitan ekonomi rakyat,” terang bupati.
Dalam perhelatannya, Pemkab Jember banyak menggelar di pusat Kota Suwar-Suwir ini, yakni di Alun-Alun Jember. Tak tanggung-tanggung, perhelatan itu terbukti mampu membuat pelaku UMKM untung jutaan rupiah lantaran kebijakan tersebut.
Terlebih, bupati secara langsung juga menginstruksikan para camat dan lurah untuk mengadakan kegiatan yang mampu mendatangkan masa di daerah masing-masing. Jelas, hal itu dilakukan untuk mendongkrak perekonomian melalui para pelaku UMKM. “Untuk menumbuhkan perekonomian memang kita lakukan dari bawah dulu. Jika dari bawah sudah, baru di atasnya,” ucapnya.
Sementara itu, untuk mendukung hal tersebut Bupati Hendy mengungkapkan bahwa Pemkab Jember terus berkomitmen melakukan pembinaan terhadap koperasi daerah dan terus melakukan koordinasi dengan koperasi se-Jawa Timur. Untuk itu, ke depan, pihaknya akan lebih serius dalam mendorong koperasi di Jember. Tujuannya untuk bisa mengembangkan bidang-bidang usaha masing-masing. "Tidak lagi hanya terfokus pada bisnis simpan pinjam, namun juga di sektor riil," pungkasnya. (qal/c2/bud)
Editor : Safitri