BACA JUGA : Pemasangan Portal Dinilai Kurang Tepat, Saatnya Bangun Kawasan Industri
Ekstrakulikuler sekolah tersebut, tambah Hendy, menjadi salah satu proyek penyelamatan nyawa diri sendiri maupun orang lain saat menghadapi bencana. Lebih jauh lagi, anak didik tidak akan mudah panik saat bencana terjadi dan mengetahui apa yang harus dilakukan.
Jember memiliki banyak sekolah, dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP/sederajat, hingga SMA/sederajat. Melalui sekolah-sekolah tersebut, seharusnya bisa diajarkan bagaimana pentingnya penanganan bencana secara mandiri. “Nanti kami akan kumpulkan untuk latihan rutin,” terangnya.
Tidak hanya itu, Bupati Hendy mengatakan, pelajaran mitigasi bencana akan dikemas dalam bentuk ekstrakurikuler. Melalui ekstrakulikuler siswa akan belajar secara langsung di ruang terbuka serta akan memperhatikannya. “Pelajaran yang dikemas dengan semenarik mungkin akan mudah diingat oleh para siswa,” tuturnya.
Bupati Hendy juga menambahkan bahwa pengetahuan mitigasi bencana akan dimasukkan ke dalam kurikulum. Agar seluruh sekolah yang ada di Jember bisa melakukan kegiatan rutin terkait penanganan bencana.
Selain itu, Jember juga memiliki banyak masjid di sepanjang pantai. Nantinya, seluruh masjid tersebut akan diberi fasilitas berupa sirene darurat. Setelah pemasangan dilakukan, akan segera dilakukan uji coba. Bupati meminta kepada Kepala BPBD Jember agar segera menganggarkan dananya. “Tidak perlu lama-lama, langsung saja dianggarkan,” terang bupati. (cad/c2/dwi) Editor : Safitri