BACA JUGA : Kepala SMKN 3 Bondowoso Juara II Inotek Award Bidang Pendidikan Jatim
Bupati Hendy menyebut, terdapat 31 perguruan silat di Jember. Seluruhnya adalah aset yang perlu dijaga kelanggengannya. Dia ingin agar masing-masing ketua dan anggota perguruan silat tidak ada yang dirugikan.
Menurutnya, tindakan anarkis yang kerap menyeret nama perguruan silat adalah hal yang harus dibenahi. Dengan ajang silaturahmi, diharapkan bisa semakin membendung adanya perselisihan antarperguruan silat. Sebaliknya, menambah keeratan hubungan persaudaraan antarperguruan silat juga perlu dilakukan.
Bupati Hendy meminta kepada ketua perguruan silat se-Jember agar bisa menyiapkan kader yang benar-benar memiliki karakter baik. “Ketua perguruan silat harus bisa menjalankan amanah dengan mengajarkan generasi yang baik. Jangan sampai terjadi perilaku anarkis,” pintanya saat memberikan sambutan dalam agenda silaturahmi forkopimda bersama perguruan silat.
Dia mengungkapkan kecintaannya terhadap 31 perguruan silat di Jember. Menurutnya, perguruan silat adalah bagian dari aset yang ikut dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Dengan prestasi melalui olahraga yang kemudian membawa masa depan anak lebih cemerlang,” ucapnya.
Pemkab Jember telah berkomitmen ikut menjaga persaudaraan antara semua golongan dan tidak membenarkan adanya perselisihan. Bupati Hendy menegaskan, perguruan silat harus turut serta menjaga stabilitas dan keamanan Jember. “Pertemuan itu menjadi komitmen bersama semua anggota perguruan silat se-Jember untuk bisa ikut serta dalam menjaga keamanan dan kondusivitas di Jember. Pada dasarnya tidak ada perguruan silat yang mengajarkan keburukan,” terangnya.
Sebelum seremonial agenda silaturahmi, kegiatan diawali dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh perguruan pencak silat. Bupati Hendy turut membubuhkan tanda tangan pada lembaran pakta integritas yang ditempel di papan. Tujuannya untuk menjaga perdamaian dan menjadikan pencak silat sebagai sarana persatuan. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri