BACA JUGA : Enam Pekerja Asal Tiongkok Jadi Korban Kereta Anjlok
Pelaku kejahatan yang masih misterius itu memakai nama Gus Firjaun untuk melancarkan aksi penipuan. Berdalih demi kelancaran program bantuan kepada lembaga tertentu, pelaku meminta korban untuk mentransferkan uang.
Wabup Gus Firjaun mengaku dirinya mendapatkan banyak laporan langsung dari masyarakat. Dikatakan, ada seseorang yang mengirimkan pesan WhatsApp dengan mengatasnamakan sebagai wabup. Nomor WhatsApp yang digunakan kadang sama dan kerap berganti-ganti. Dia menyebut, hingga kini diketahui ada tiga orang yang sudah melapor dan menjadi korban. Dengan kerugian yang bermacam-macam. Ada yang Rp 6 juta dan Rp 7 juta.
Dia menjelaskan, modus penipuan awalnya oknum mengirimkan pesan kepada korban sasaran dan mengaku sebagai Wabup Gus Firjaun. Memberikan informasi mengenai bantuan atau hibah suatu program dengan besaran tertentu. Selanjutnya, oknum meminta nomor rekening korban.
Tak lama kemudian, pelaku mengirimkan bukti transfer palsu dengan nominal yang dilebihkan dari yang diinformasikan sebelumnya. “Nanti modusnya pura-pura kelebihan transfer. Lalu, kelebihannya minta ditransferkan ke rekening yang diberikan oknum,” terang Wabup Gus Firjaun kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (20/12).
Dia mencontohkan, informasi hibah yang diberikan Rp 6 juta. Namun, bukti transfer palsu yang dikirimkan tertulis Rp 12 Juta. Kemudian, kelebihannya diminta untuk diberikan kepada panti asuhan atau lembaga lain di nomor rekening yang dikirim. Bagi korban yang lengah, bisa langsung percaya dan tanpa pikir panjang mentransfer uang sebesar yang diminta.
Lebih lanjut, Gus Firjaun menyatakan bahwa kejadian penipuan serupa juga pernah terjadi saat awal dirinya dilantik sebagai wabup. Kejadian serupa, lanjutnya, kembali dilancarkan pascapelantikan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Arief Tjahjono. Namun, dia mengaku lupa awal kejadian pastinya. “Sejak pelantikan Pj Sekda marak lagi, sudah ada dua mingguan,” tuturnya.
Saat dia menelepon nomor oknum tersebut, dia memperkirakan orang tersebut berasal dari luar Jember. Hal itu berdasarkan logat bicara pelaku yang diprediksi orang asal Jawa Barat. Kejadian yang sama, tambah dia, juga dilaporkan terjadi di luar daerah. “Di kota lain juga ngaku pejabat daerah setempat,” tutur Wabup Gus Firjaun.
Atas kejadian penipuan itu, dia meminta masyarakat untuk waspada dan tidak langsung percaya jika ada pesan masuk yang mengaku sebagai dirinya. Terkait kejadian yang sudah merugikan orang tersebut, dia mengaku sudah melaporkan kepada polisi, yang diharapkan bisa diselidiki dan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. “Sudah lapor (polisi, Red) beberapa waktu lalu. Wakapolres juga minta saya buat status WhatsApp (soal penipuan yang terjadi, Red),” tandasnya.
Terpisah, Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setiawan mengatakan, laporan penipuan tersebut belum naik ke unit pidum. “Belum tahu, kemungkinan masih di SPKT,” katanya. (sil/mun/c2/nur) Editor : Safitri