Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Maksimalkan Perda untuk Difabel

Safitri • Kamis, 1 Desember 2022 | 18:55 WIB
MENYAPA: Bupati Jember Hendy Siswanto saat diminta foto bersama relawan Puskesos, kemarin (4/11), di BSG Kaliwates.
MENYAPA: Bupati Jember Hendy Siswanto saat diminta foto bersama relawan Puskesos, kemarin (4/11), di BSG Kaliwates.
JEMBER LOR, Radar Jember - Bupati Jember Hendy Siswanto berencana untuk memaksimalkan kembali penerapan Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pemenuhan Hak-Hak Disabilitas. Mengawali itu, Gebyar Jember Inklusi akan digelar tepat pada Hari Disabilitas Internasional (HDI), 3 Desember nanti.

BACA JUGA : Pesisir Puger Juga Terindikasi Ada SHM

Jember inklusi berarti memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi disabilitas. Hal itu untuk bereksplorasi hingga fasilitas publik yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kegiatan peringatan HDI di Jember akan dihelat berkolaborasi dengan komunitas difabel serta seniman Jember.

Bupati Hendy menjelaskan, pada HDI yang akan digelar pada 3 Desember di Gedung Djuang 45 Politeknik Negeri Jember (Polije), akan ada pertunjukan yang dibawakan oleh kalangan disabilitas dan berkolaborasi dengan Linkrafin. “Gebyar ini istimewa, karena seluruh kegiatan, baik pelatihan maupun pertunjukan seninya, akan menampilkan band-band dari kelompok berkebutuhan khusus,” ucapnya seusai melakukan jumpa pers persiapan Gebyar Jember Inklusi, Selasa sore (29/11), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Gelaran itu wujud keseriusan Pemkab Jember untuk mewujudkan Jember sebagai daerah inklusi yang sadar akan keberadaan difabel. "Kami akan konsentrasi itu, memaksimalkan realisasi perda perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas pada 2023," tegasnya.

Fasilitas untuk peringatan HDI juga akan diberikan oleh Pemkab Jember. Bupati Hendy meminta masyarakat untuk turut hadir dalam gelaran tersebut. Khususnya kepada para pelajar, yang juga akan diundang untuk hadir. "Esensinya adalah kita semua sama, anak-anak yang berkebutuhan khusus maupun tidak," sambungnya.

Menurut Bupati Hendy, tidak ada hal yang harus dilihat secara khusus dari kelompok difabel. Hanya bentuk penyebutan saja yang menjadi pembeda. Manusia yang saling melengkapi, saling menghormati sama lainnya. Saling rangkul, berkumpul bersama, sehingga tidak ada beda-membedakan.

Langkah selanjutnya, Pemkab Jember akan benar-benar merealisasikan kepedulian terhadap disabilitas dalam bentuk pemenuhan hak-haknya. Kehadiran pemkab, kata Bupati Hendy, dalam melengkapi fasilitas, sarana, dan prasarana di tempat publik untuk disabilitas. Misalnya toilet khusus difabel hingga tangga yang bisa dilewati kursi roda. (sil/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Wes wayahe #Disabilitas