23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Pesisir Puger Juga Terindikasi Ada SHM

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER, Radar Jember – Selain di sepanjang Pantai Kepanjen, Gumukmas, adanya sertifikat atas nama perorangan terhadap tanah negara juga terjadi di pesisir pantai Puger. Bahkan sejumlah titik di sempadan Pantai Puger turut diproses di (Pengadilan Tata Usaha Negara) PTUN karena status tanah negara yang beralih dimiliki perorangan.

BACA JUGA : Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Jember Dituntut 19 Tahun, Denda Rp 1 Miliar

Camat Puger Yahya Iskandar membenarkan hal itu. “Saya juga mendengar kabar bahwa tanah pesisir, khususnya di pesisir Desa Mojosari, Puger, terdapat sertifikat atas kepemilikan perorangan,” kata Yahya kala ditemui, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, status tanah pesisir seharusnya tetap melekat sebagai tanah negara. Artinya, tidak bisa beralih kepemilikan menjadi sertifikat hak milik (SHM) atas nama perorangan. “Kalau bicara dan melihat faktanya, tanah pesisir itu, ya tanah negara. Kalaupun disebut tanah yasan, tentu tidak mungkin ada pasir, karena itu lokasinya di pesisir,” urainya.

- Advertisement -

PUGER, Radar Jember – Selain di sepanjang Pantai Kepanjen, Gumukmas, adanya sertifikat atas nama perorangan terhadap tanah negara juga terjadi di pesisir pantai Puger. Bahkan sejumlah titik di sempadan Pantai Puger turut diproses di (Pengadilan Tata Usaha Negara) PTUN karena status tanah negara yang beralih dimiliki perorangan.

BACA JUGA : Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Jember Dituntut 19 Tahun, Denda Rp 1 Miliar

Camat Puger Yahya Iskandar membenarkan hal itu. “Saya juga mendengar kabar bahwa tanah pesisir, khususnya di pesisir Desa Mojosari, Puger, terdapat sertifikat atas kepemilikan perorangan,” kata Yahya kala ditemui, belum lama ini.

Menurut dia, status tanah pesisir seharusnya tetap melekat sebagai tanah negara. Artinya, tidak bisa beralih kepemilikan menjadi sertifikat hak milik (SHM) atas nama perorangan. “Kalau bicara dan melihat faktanya, tanah pesisir itu, ya tanah negara. Kalaupun disebut tanah yasan, tentu tidak mungkin ada pasir, karena itu lokasinya di pesisir,” urainya.

PUGER, Radar Jember – Selain di sepanjang Pantai Kepanjen, Gumukmas, adanya sertifikat atas nama perorangan terhadap tanah negara juga terjadi di pesisir pantai Puger. Bahkan sejumlah titik di sempadan Pantai Puger turut diproses di (Pengadilan Tata Usaha Negara) PTUN karena status tanah negara yang beralih dimiliki perorangan.

BACA JUGA : Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Jember Dituntut 19 Tahun, Denda Rp 1 Miliar

Camat Puger Yahya Iskandar membenarkan hal itu. “Saya juga mendengar kabar bahwa tanah pesisir, khususnya di pesisir Desa Mojosari, Puger, terdapat sertifikat atas kepemilikan perorangan,” kata Yahya kala ditemui, belum lama ini.

Menurut dia, status tanah pesisir seharusnya tetap melekat sebagai tanah negara. Artinya, tidak bisa beralih kepemilikan menjadi sertifikat hak milik (SHM) atas nama perorangan. “Kalau bicara dan melihat faktanya, tanah pesisir itu, ya tanah negara. Kalaupun disebut tanah yasan, tentu tidak mungkin ada pasir, karena itu lokasinya di pesisir,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca