BACA JUGA : Hari Pahlawan, Pemkab Lumajang Ajak Warga Mengheningkan Cipta 60 Detik
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Sigit Akbari menerangkan, di bulan November ini hampir setiap hari terjadi hujan di beberapa wilayah Jember. Ia pun mengingatkan kepada masyarakat bahwa harus selalu berhati-hati. “November ini sudah termasuk bulan bencana,” paparnya.
Masyarakat yang menjadi korban bencana, kata dia, tidak hanya menginginkan bantuan berupa barang. Namun, juga perhatian dan cepat tanggap dari pemerintah, terutama BPBD Jember. Meskipun hanya beberapa pihak saja yang datang ke lokasi bencana, namun itu sudah menjadi salah satu bentuk perhatian kepada masyarakat.
Sigit menjelaskan, bantuan kepada korban bencana tidak hanya berupa sembako. Namun, juga ada bahan bangunan bagi yang rumahnya rusak.
Saat mengirimkan bantuan, kata dia, tak lupa membekali masyarakat yang terdampak bencana dengan kajian kebutuhan pascabencana. Kajian ini sekaligus mendata siapa saja yang terdampak bencana di wilayah tersebut, agar bantuan masyarakat bisa merata. “Untuk bantuan para korban bencana diutamakan yang paling terdampak, sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan para korban,” tuturnya.
Selain itu, ia menerangkan, saat ini bantuan yang paling diutamakan yaitu bahan bangunan. Itu sangat diperlukan masyarakat korban bencana agar bisa menempati lagi rumahnya. “Namun, kendala yang dialami saat ini belum ada anggaran ongkos untuk para tukang bangunan yang akan membangun rumah korban bencana,” tuturnya.
Sigit juga menambahkan, kendala tersebut sebenarnya bisa teratasi. Namun, alangkah baiknya ada pos anggaran ongkos tersendiri untuk para tukang bangunan. Selama ini ongkos untuk tukang bangunan dari dana gotong royong para warga sekitar terdampak bencana serta bantuan dari BPBD. “Sehingga untuk tahun depan diharapkan ada pos anggaran yang diperuntukkan ongkos tukang bangunan,” pungkasnya. (mg1/c2/dwi) Editor : Safitri