BACA JUGA : Pemberlakuan Seragam Adat di Sekolah, Tak Ingin Bebani Wali Murid
Bupati Hendy membuka secara langsung lomba karapan sapi tradisional itu, Sabtu kemarin (22/10). Agenda yang diinisiasi oleh Kepala Desa Tanggul Wetan Suwadi itu memiliki potensi lapangan yang luar biasa. Bahkan, bisa dijadikan lokasi karapan sapi bertaraf nasional.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, perlombaan karapan sapi tersebut diikuti oleh sejumlah peserta yang berasal dari tujuh kabupaten. Di antaranya dari Jember, Probolinggo, Lumajang, serta empat kabupaten dari Madura. “Alhamdulillah, kegiatan ini berlangsung dengan baik,” ucapnya.
Lomba karapan sapi tradisional itu, menurutnya, merupakan budaya yang harus dipertahankan. Selain itu, karapan sapi juga termasuk sarana hiburan bagi masyarakat Jawa Timur. Khususnya Madura, Jember, Lumajang, dan Probolinggo.
Bupati berharap kegiatan itu bisa terus dilaksanakan dan berkembang. Dengan begitu, karapan sapi tidak hanya sebagai hobi. Tapi, bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. “Bisa lihat banyak UMKM yang hadir saat ini,” jelasnya.
Dia mendorong, mulai tingkat desa hingga kecamatan untuk mengelar event di luar ruangan sebesar-besarnya. Sebab, event akan mendatangkan banyak orang, sehingga akan ada perputaran ekonomi. “Jadi, UMKM bisa bergeliat. Ada pemasukan bagi masyarakat,” ucapnya. Dengan ekonomi Jember yang terus berputar, maka inflasi bisa ditekan dengan daya beli masyarakat yang terjaga.
Tentu saja, Pemkab Jember sangat mengapresiasi kegiatan karapan sapi. Ke depan, Bupati Hendy berharap lomba karapan sapi dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Setiap generasi harus tahu bahwa karapan sapi juga bagian dari perekat bangsa,” tandasnya. (mg3/c2/dwi) Editor : Safitri