BACA JUGA : Tenangkan Warga atas Kenaikan Harga BBM
Serah terima itu menjadi tanda sahnya pemakaian gedung untuk Bawaslu. Bupati Hendy mengatakan bahwa Pemkab Jember memberikan fasilitas itu sebagai bentuk dukungan kepada institusi yang tak lama lagi akan memiliki hajat besar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember itu. Satu tugas besar, tambahnya, akan diemban oleh Bawaslu dalam waktu dekat.
Hendy mengatakan, pemilu serentak akan segera digelar. Menurutnya, tugas berat dan pertama akan diselenggarakan oleh Bawaslu dengan KPU. Ditambah dengan waktu yang mepet. Oleh karena itu, kehadiran pemkab diperlukan untuk memberikan bantuan yang bisa mempermudah pelaksanaannya nanti. "Support dari pemkab harus all-out," ucap Bupati Hendy.
Pemilu merupakan momen lima tahunan. Karna itu, kehadiran pemerintah untuk turut menyukseskannya juga dibutuhkan. Dengan memberikan ruang kemudahan atau setidaknya meringankan kesulitan. Sebab, kata dia, hal itu dilakukan demi keberlangsungan pemilu dan masyarakat bisa ikut melaksanakannya.
Pesta demokrasi itu harus diikuti seluruh masyarakat yang berhak mengikutinya dengan hati senang. Dengan itu, kesuksesan bisa tampak dengan minimnya golput, bahkan tidak ada sama sekali. Atau bahkan kesalahan dalam mengikuti prosedur pemilu.
Target masyarakat mengikuti cukup tinggi. Di atas 70 hingga 80 persen. Mencapai target tersebut, Bupati Hendy berharap Bawaslu dan KPU terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilu. Lebih lanjut, melalui penempatan gedung baru, dia juga berharap kinerja Bawaslu bisa lebih baik dari sebelumnya. "Dan mengedepankan nilai-nilai demokrasi," pungkasnya.
Demi menjalankan instruksinya untuk bersepeda sebagai langkah menghemat energi, dia bersama jajaran pemkab lainnya menuju lokasi kegiatan dengan mengendarai sepeda. Kebijakan bike to work itu akan berlaku tiap Jumat bagi pegawai lingkungan pemkab. Ke depan bisa menjadi dua minggu sekali. (sil/c2/bud) Editor : Safitri