BACA JUGA : Gotong Royong Bisa Jadi Solusi Swasembada Daging Sapi
Bupati Hendy mengungkapkan, alasan kenaikan harga BBM adalah bagian dari imbas masalah ekonomi global. Kemudian, membuat ancaman inflasi. Dia telah memberikan instruksi kepada seluruh unsur pemerintah atas hingga ke bawah seperti RT dan RW untuk mengadakan event yang menyertakan masyarakat luas. "Jika ada pertemuan, kalau bisa dilakukan di luar gedung," tuturnya seusai melakukan serah terima aset pemkab kepada Bawaslu Jember, kemarin (6/9).
Dia meyakini bahwa dengan adanya berbagai kegiatan yang melibatkan massa beriringan dengan perputaran uang. Tentunya dengan jumlah yang tidak kecil. Untuk itu, tambahnya, peran masyarakat juga diperlukan.
Sejumlah kebijakan lainnya juga sudah mulai dijalankan. Mengendalikan inflasi sekaligus mengupayakan daya beli masyarakat tidak turun. Hal itu dilakukan untuk mengimbangi gejolak harga yang merangkak naik. "Jangan sampai melambung tinggi, sehingga harus dilakukan kegiatan konkret untuk persoalan ini dan mengatur transaksi yang bisa menimbulkan inflasi," terang Hendy.
Pemkab tengah menyiapkan benih cabai yang akan segera dibagikan kepada masyarakat. Benih tersebut akan dibagi rata untuk bisa ditanam di sekitar rumah masing-masing dalam skala rumah tangga. Hasil panennya diharapkan bisa dikonsumsi sendiri dan mengurangi pengeluaran belanja rumah tangga. Cabai dipilih karena merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi tertinggi.
Imbauan juga diberikan kepada pemerintah desa untuk memanfaatkan tanah bengkok atau lahan aset desa untuk ditanam cabai atau bawang merah. Hasil panennya bisa dijual dan menjadi bagian dari pasokan komoditas yang sering dicari di pasar. Uang hasil penjualan bisa menjadi kas desa untuk dikembalikan lagi menyejahterakan masyarakat desa.
Lebih lanjut, Bupati Hendy juga memaparkan soal uang bantuan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada warga yang berhak menerima karena kenaikan harga BBM. Sebanyak Rp 600 ribu akan dialokasikan kepada masing-masing warga yang telah tercatat dalam daftar penerima bantuan di Kementerian Sosial RI maupun Dinas Sosial Jember. BLT itu akan diberikan bertahap sebanyak empat kali dalam empat bulan. (sil/c2/bud) Editor : Safitri