BACA JUGA: Jangan Berharap Reaktivasi Jalur KA Kalisat Panarukan
Adalah Sulaiman dan Holipa. Warga yang menjadi korban rumahnya dilahap si jago merah. Rasa simpati Bupati Hendy membuatnya mengulurkan tangan dan mendatangi langsung kediaman mereka yang telah hancur dan menyisakan beberapa kerangka bagian saja. Hal itu dilakukan usai menggelar Jember Berbagi di Desa Cangkring.
Bantuan yang diberikan diharapkan bisa sedikit meringankan beban atas kerugian yang diderita korban. Kedatangan Bupati Hendy juga sebagai bagian dari pemberian semangat agar korban kembali bangkit dan tidak meratap atas peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Bupati Hendy mengatakan, bencana yang dialami Sulaiman dan Holipa adalah kecelakaan. Apapun bentuk bencananya, tambahnya, dia harus hadir untuk membantu. Setidaknya memberikan semangat. "Kami juga harus memberikan edukasi agar masyarakat berhati-hati," ucapnya.
Bantuan yang diberikan tersebut merupakan dana Pemkab Jember yang disalurkan melalui anggaran dana yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan Dinas Sosial (Dinsos) Jember. Dia memastikan warganya tidak merasakan kesulitan yang panjang karena hak itu.
Lebih lanjut, Hendy menyampaikan pesan agar warga Jember tidak melakukan penjualan bensin eceran. Selain dilarang, itu bisa menjadi sumber bahaya seperti kebakaran, seperti yang dialami Sulaiman dan Holipa. Keselamatan yang ditaruhkan adalah diri sendiri dan orang lain. "Bahaya soalnya, waktu dituangkan ke lain tempat, kena angin, lalu ada percikan api bisa terjadi kebakaran," jelas suami Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini.
Kelalaian yang kerap terjadi memang bisa menimbulkan bahaya yang cukup besar. Kerugian yang didapat juga bisa mengancam harta, bahkan nyawa. Atas edukasi dan saran yang diberikan Bupati Hendy, dua warga itu mengatakan janji bahwa tidak akan menjual bensin ecer lagi. (sil/dwi)
Editor : Safitri