Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tahun 2023 Pemkab Jember Fokus Penanganan Terhadap Pengangguran

Safitri • Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:34 WIB
RAPAT: Bupati Hendy Siswanto dan pimpinan dewan dalam sidang paripurna di gedung dewan, beberapa waktu lalu.
RAPAT: Bupati Hendy Siswanto dan pimpinan dewan dalam sidang paripurna di gedung dewan, beberapa waktu lalu.
SUMBERSARI, Radar Jember – Tahun 2023 nanti ada hal baru yang menjadi fokus pemerintah. Yaitu penanganan terhadap pengangguran di Jember. Selain itu, pemerintah daerah tetap menghendaki jalan-jalan desa maupun kecamatan mulus total. Meskipun paket pekerjaan perbaikan jalan melalui skema anggaran tahun jamak atau multiyears senilai Rp 560 miliar terus digeber, di tahun 2023 mendatang dipastikan terus berlanjut.

BACA JUGA : Keterangan Saksi, Petugas Jaga Terlambat Tutup Palang Pintu Perlintasan

Hal itu setelah pemerintah daerah kembali memasukkan sektor infrastruktur sebagai salah satu fokus atau prioritas dalam belanja APBD tahun anggaran 2023 mendatang. "Prioritas infrastruktur kita di tahun 2023 mendatang tetap soal jalan. Masih banyak jalan kita yang rusak," kata Bupati Jember Hendy Siswanto seusai menyerahkan rancangan KUAPPAS APBD 2023 di DPRD Jember.

Menurutnya, perbaikan jalan yang kini tengah berlangsung belum semua selesai atau diperbaiki. Dia mencontohkan salah satunya akses jalan di kawasan Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Lalu, daerah Kecamatan Sumberbaru, ruas jalan Desa Sucopangepok-Panduman di Kecamatan Jelbuk, dan beberapa ruas jalan lainnya. "Jadi, sekarang kami masih komit di jalan-jalan ini," imbuhnya.

Selain itu, direncanakan pada pekerjaan perbaikan jalan di APBD 2023 mendatang, pemerintah daerah bakal membentuk dan mengerahkan tim URC (unit reaksi cepat), yang bertugas melakukan perbaikan jalan rusak. Masing-masing tim akan dilengkapi dengan peralatan pekerjaan untuk bisa bergerak cepat. "Jalan kita yang baru saja diperbaiki ini harus dibarengi dengan maintenance, pengawasan. Kalau sudah lubang tidak ditutup kan akan ke mana-mana," tambah Hendy.

Selain fokus pada infrastruktur jalan, Hendy menambahkan, juga bakal melengkapi dengan infrastruktur penerangan hingga 2023 mendatang. Sebagaimana diketahui, Pemkab Jember telah memprogram pengadaan penerangan jalan umum (PJU) baru sebanyak 1.700 unit senilai total Rp 18 miliar, dan pemasangan lampu LED di 22.000 titik senilai total Rp 86 miliar.

PJU yang tersebar di 248 desa/kelurahan pada 31 kecamatan di Jember itu diklaim lebih hemat listrik hingga 30 persen. "Kami sudah berinvestasi besar, untuk penggantian dan pasang baru sebanyak 22 ribu titik, dan tahun ini kami juga akan tambah lagi sekitar 6 ribu titik," imbuhnya.

Selain dua prioritas itu, menurutnya, pemerintah daerah juga mulai menaruh perhatian pada pengangguran. Yakni dengan merekrut tenaga dari lulusan SD, SMP, dan SMA, melalui program Jember Bersih, Terang, dan Aman (Berteman) untuk dikaryakan sebagai tenaga kebersihan. Sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan. "Mereka direkrut untuk kegiatan kebersihan," tukasnya.

Sebelumnya, dalam rancangan KUAPPAS APBD 2023 yang diserahkan bupati ke DPRD, diketahui bahwa APBD Jember tahun 2023 mendatang diproyeksikan sekitar Rp 4 triliun. Proyeksi itu sedikit lebih kecil dibandingkan APBD tahun anggaran 2022 sebesar Rp 4,39 triliun. Turun sekitar Rp 400 miliar atau sekitar 10 persen.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi sejauh ini masih melakukan pembahasan terhadap rancangan KUAPPAS tersebut. Dengan mengawali rapat bersama pimpinan, kemudian dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar) dewan. Kemudian, dikomunikasikan ke fraksi-fraksi untuk dilakukan penjadwalan. "Kami masih akan pelajari lagi rancangan ini (KUAPPAS, Red), termasuk mengapa nilainya turun, dan program-program prioritas pemerintah nanti seperti apa," kata Itqon, yang juga mengetuai Banggar Dewan. (mau/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #pengangguran