BACA JUGA : Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi
Bersama dengan panitia JFC dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Bupati Jember Hendy Siswanto melakukan rapat kolaborasi mengenai persiapan event berskala internasional itu di Pendapa Wahyawibawagraha. Dia mengatakan, dukungan terus diberikan untuk kesuksesan kegiatan dan mengerahkan kesenian lokal sebagai pelengkap. “JFC tahun ini akan berbeda dari sebelumnya,” ungkapnya.
Hal itu karena dalam gelaran nanti penampilan hadrah dari Desa Glagahwero akan ikut melengkapi semaraknya. Selain itu, juga akan dihadiri oleh 100 wisatawan asal Pamekasan. Mereka akan datang untuk menonton dan mengikuti pameran batik.
Puluhan fotografer dari dalam dan luar negeri juga akan datang untuk mendokumentasikan kemegahan kostum yang akan membius banyak pasang mata. Diperkirakan akan ada 56 fotografer dari Indonesia, Pakistan, Australia, AS, Belgia, Spanyol, dan Kolombia yang ikut hadir.
Event Director Training and Education JFC Fefi Nurdiana Wijayanti mengatakan, para peserta yang akan berlenggang sudah mulai melakukan latihan. Dia mengungkapkan, ada lima event yang digelar. Dari kelima event itu, tiga akan digelar defile pada hari pertama. Ada Wonderful Archipelago Indonesia (WACI), Pets Carnival, dan Artwear Carnival (Fashion Art). Pada hari keduanya, defile Kids Carnival yang akan diperagakan oleh anak-anak TK dan SD. Terakhir, defile Grand Carnival of JFC 2022 yang menjadi puncaknya. Dia menyebutkan, ada bintang tamu istemewa yang akan didatangkan. Namun, pihaknya masih merahasiakan nama-namanya.
Fefi mengatakan, ada ratusan peserta yang akan memakai kostum. Persiapan yang telah dilakukan oleh pihaknya sudah mendekati grand jury oleh dewan juri yang telah ditunjuk. Penilaian itu akan dilakukan pada 24 sampai 28 Juli nanti. “Untuk menilai kostum-kostum,” ujar perempuan yang juga menjadi Kepala Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember itu. (mg8/c2/dwi) Editor : Safitri