alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, Radar Jember – Pemulihan sistem pendidikan terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Terutama pada lembaga SD yang akan memulai pembelajaran pada tahun ajaran baru 2022-2023. Salah satunya dengan penggunaan Kurikulum Merdeka. Sistem terbaru ini akan memberikan banyak inovasi terhadap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar (KBM).

BACA JUGA : ODGJ Juga Wajib Punya KTP

Kabid SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengatakan, tahun ajaran baru kali ini bersamaan dengan berakhirnya pandemi korona. Tentunya, banyak hal dalam pendidikan yang harus dibangkitkan lagi setelah dua tahun proses KBM di tingkat SD tidak maksimal. Bahkan, dengan waktu selama itu, masa belajar siswa terpangkas banyak. “Nah, untuk memulihkan situasi pendidikan tersebut, Kurikulum Merdeka menjadi pilihan yang tepat,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Endang menerangkan, banyak keunggulan yang terdapat pada Kurikulum Merdeka. Salah satunya materi yang tidak terlalu padat. “Materi yang ada nanti hanya yang penting saja,” imbuhnya. Kemudian, materinya juga tidak terlalu kaku seperti kurikulum sebelumnya.

Dengan itu, guru tidak mengalami kesulitan untuk membentuk karakter siswa. Kurikulum Merdeka, kata Endang, telah memberikan kebebasan kepada guru untuk mengeksplorasi semua kreativitasnya dalam rangka membuat suasana kelas yang menyenangkan. “Sehingga, kalau guru sudah diberikan kebebasan, maka siswanya akan senang,” terang alumnus Universitas Islam Jember (UIJ) itu. Hal itu dinilai akan memudahkan guru untuk membentuk karakter siswa yang baik.

- Advertisement -

PATRANG, Radar Jember – Pemulihan sistem pendidikan terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Terutama pada lembaga SD yang akan memulai pembelajaran pada tahun ajaran baru 2022-2023. Salah satunya dengan penggunaan Kurikulum Merdeka. Sistem terbaru ini akan memberikan banyak inovasi terhadap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar (KBM).

BACA JUGA : ODGJ Juga Wajib Punya KTP

Kabid SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengatakan, tahun ajaran baru kali ini bersamaan dengan berakhirnya pandemi korona. Tentunya, banyak hal dalam pendidikan yang harus dibangkitkan lagi setelah dua tahun proses KBM di tingkat SD tidak maksimal. Bahkan, dengan waktu selama itu, masa belajar siswa terpangkas banyak. “Nah, untuk memulihkan situasi pendidikan tersebut, Kurikulum Merdeka menjadi pilihan yang tepat,” katanya.

Endang menerangkan, banyak keunggulan yang terdapat pada Kurikulum Merdeka. Salah satunya materi yang tidak terlalu padat. “Materi yang ada nanti hanya yang penting saja,” imbuhnya. Kemudian, materinya juga tidak terlalu kaku seperti kurikulum sebelumnya.

Dengan itu, guru tidak mengalami kesulitan untuk membentuk karakter siswa. Kurikulum Merdeka, kata Endang, telah memberikan kebebasan kepada guru untuk mengeksplorasi semua kreativitasnya dalam rangka membuat suasana kelas yang menyenangkan. “Sehingga, kalau guru sudah diberikan kebebasan, maka siswanya akan senang,” terang alumnus Universitas Islam Jember (UIJ) itu. Hal itu dinilai akan memudahkan guru untuk membentuk karakter siswa yang baik.

PATRANG, Radar Jember – Pemulihan sistem pendidikan terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Terutama pada lembaga SD yang akan memulai pembelajaran pada tahun ajaran baru 2022-2023. Salah satunya dengan penggunaan Kurikulum Merdeka. Sistem terbaru ini akan memberikan banyak inovasi terhadap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar (KBM).

BACA JUGA : ODGJ Juga Wajib Punya KTP

Kabid SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengatakan, tahun ajaran baru kali ini bersamaan dengan berakhirnya pandemi korona. Tentunya, banyak hal dalam pendidikan yang harus dibangkitkan lagi setelah dua tahun proses KBM di tingkat SD tidak maksimal. Bahkan, dengan waktu selama itu, masa belajar siswa terpangkas banyak. “Nah, untuk memulihkan situasi pendidikan tersebut, Kurikulum Merdeka menjadi pilihan yang tepat,” katanya.

Endang menerangkan, banyak keunggulan yang terdapat pada Kurikulum Merdeka. Salah satunya materi yang tidak terlalu padat. “Materi yang ada nanti hanya yang penting saja,” imbuhnya. Kemudian, materinya juga tidak terlalu kaku seperti kurikulum sebelumnya.

Dengan itu, guru tidak mengalami kesulitan untuk membentuk karakter siswa. Kurikulum Merdeka, kata Endang, telah memberikan kebebasan kepada guru untuk mengeksplorasi semua kreativitasnya dalam rangka membuat suasana kelas yang menyenangkan. “Sehingga, kalau guru sudah diberikan kebebasan, maka siswanya akan senang,” terang alumnus Universitas Islam Jember (UIJ) itu. Hal itu dinilai akan memudahkan guru untuk membentuk karakter siswa yang baik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/