radarjember.id-Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen ditutup sementara, pasca perpanjangan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Masyarakat penambang keluhkan tak dapat penghasilan.
Penambang yang merupakan masyarakat sekitar, sangat bergantung atas pendapatan sehari-harinya dari Kawah Ijen. Masyarakat banyak mengeluh pula masalah ekonomi yang tentunya turut mampet.
"Masyarakat sekitar bergantung penghasilannya dari kawah ijen banyak mengeluh karna belum ada kepastian kapan kembali terbukanya pendakian kawah ijen," tulis akun Jalankebanyuwangi pada postingan video yang ia bagikan di Tiktok.
Tak hanya penambang belerang, bahkan tour guide lokal kawah ijen juga mengalami kerugian dan terpaksa harus membatalkan puluhan bookingan yang telah dijadwalkan.
"Ada sekitar 80 orang yang sudah booking, dan terpaksa harus cancel," jelas salah satu tour guide lokal.
Pembukaan Kawah Ijen ini dikabarkan akan dimulai pada akhir tahun. Namun kabar tersebut masih belum pasti, alhasil, masyarakat dan wisatawan harus menunggu hingga waktu yang belum ditentukan.
"Semoga segera normal, kan sayang, kalau wisata kelas dunia harus ditutup seperti ini," tulis zulupipn. (dea/bud)
Editor : Adeapryanis