Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

V-Belt Motor Matic Rusak? Kenali Tanda Bahayanya Berikut Ini

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 24 Mei 2025 | 14:15 WIB
Ilustras CVT motor matic. (Honda)
Ilustras CVT motor matic. (Honda)

Radar Jember – Pada motor jenis matic, V-belt adalah salah satu komponen penting dan lrusial.

Seperti komponen lainnya, V-belt memiliki masa pakai dan bisa putus jika sudah aus atau rusak.

Oleh karena itu, penting untuk mengganti V-belt secara berkala agar motor tetap berfungsi dengan optimal.

V-belt (tali kipas) berperan dalam sistem transmisi CVT (continuously variable transmission).

Seiring waktu dan pemakaian, V-belt bisa mengalami keausan.

Jika tidak segera diganti, hal ini dapat menurunkan performa motor matic dan berpotensi menimbulkan kerusakan lebih serius.

Tanda-Tanda V-Belt Perlu Diganti

  1. Bunyi Berdecit atau Kasar dari Area CVT
    Suara berdecit atau kasar bisa menjadi indikasi bahwa V-belt mulai rusak.
  2. Getaran saat Awal Jalan
    Terasa getaran saat motor mulai bergerak, biasanya disebabkan oleh V-belt yang tidak menempel sempurna karena aus.
  3. Tarikan Tidak Stabil
    Tarikan motor terasa tersendat-sendat atau tidak mulus saat berakselerasi.
  4. Akselerasi Lemah/Motor Terasa Loyo
    Motor terasa berat saat gas diputar, terutama ketika menanjak atau membawa beban.
  1. Kerusakan Visual pada V-Belt
    Jika saat pemeriksaan terlihat retak-retak, getas, atau menipis, V-belt sebaiknya segera diganti.
  2. Telah Melebihi Umur Pakai
    Umur ideal V-belt motor matic adalah sekitar 20.000–25.000 km, bergantung pada pemakaian. Jika sudah melewati jarak tersebut, sebaiknya diganti meskipun belum menunjukkan gejala kerusakan.

Risiko jika V-Belt Tidak Diganti Tepat Waktu

  1. Putus Mendadak di Jalan
    Jangan anggap sepele kondisi V-belt.

Jika terus digunakan dalam kondisi aus atau retak, V-belt bisa putus secara tiba-tiba saat motor melaju.

Ini sangat berbahaya, terutama saat berada di tanjakan, menyalip kendaraan lain, atau dalam kondisi lalu lintas padat.

  1. Merusak Komponen CVT Lainnya
    V-belt yang rusak dapat memengaruhi komponen lain seperti roller, rumah CVT, dan kampas kopling.

Jika dibiarkan, kerusakan akan meluas dan biaya perbaikan pun meningkat.

Rutin memeriksa dan mengganti V-belt bukan hanya bagian dari perawatan motor, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Saat mengganti V-belt, periksa juga kondisi roller, kampas kopling, dan oli gear CVT.

Gunakan V-belt berkualitas tinggi yang sesuai dengan spesifikasi motor Anda untuk hasil yang maksimal dan lebih tahan lama.

 Baca Juga: BAHAYA! Microsleep Saat Berkendara Motor Berisiko Fatal, Ini Tips Mencegahnya

Editor : Imron Hidayatullahh
#Tarikan motor Lemah #motor matic #V-Belt Putus #CVT Motor Matic Bunyi #Motor Matic Bergetar Saat Tarikan Awal