Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Alarm Buat Konsumen! Harga HP dan Laptop Siap Melejit di 2026, Imbas Krisis Chip Memori Global

Imron Hidayatullahh • Jumat, 13 Februari 2026 | 16:00 WIB
Closeup of electronic circuit board with CPU microchip electronic components background
Closeup of electronic circuit board with CPU microchip electronic components background

Radar Jember – Kabar kurang sedap datang bagi Anda yang berencana memperbarui perangkat elektronik tahun ini.

Setelah sempat "berpesta" dengan angka penjualan tinggi di 2025, pasar teknologi global kini dibayangi ancaman krisis chip memori yang diprediksi akan membuat harga laptop, ponsel, hingga peralatan rumah tangga meroket sepanjang 2026.

Kelangkaan ini dipicu oleh satu faktor utama: Meledaknya teknologi AI.

Tingginya permintaan chip untuk kecerdasan buatan telah menyedot kapasitas produksi global, meninggalkan industri elektronik konsumen dalam kondisi terjepit.

Dilema Pabrikan: Harga Naik atau Spesifikasi ‘Disunat’?

Kelangkaan chip memori menciptakan situasi sulit bagi produsen elektronik.

Untuk bertahan hidup, pabrikan diprediksi akan mengambil dua langkah pahit:

  1. Menaikkan Harga Jual: Konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan perangkat dengan spesifikasi standar.
  2. Menurunkan Spesifikasi (Downgrade): Pabrikan mungkin tetap menjaga harga, namun dengan menawarkan perangkat yang memiliki hardware lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya.

Rapor Hijau Vendor PC di 2025: Lenovo Masih Raja

Sepanjang 2025, pasar komputer sebenarnya mengalami pertumbuhan positif sebesar 8,1 persen dengan total pengapalan 284,7 juta unit.

Faktor pendorongnya beragam, mulai dari kekhawatiran krisis chip, kebijakan tarif perdagangan Donald Trump, hingga berakhirnya dukungan untuk Windows 10.

Berikut adalah penguasa pasar PC global sepanjang 2025 menurut laporan firma riset IDC.

Lenovo masih bertahan menjadi pemimpin pasar dengan mencatat pertumbuhan 14,5 persen YoY dan meraup pangsa pasar 24,9 persen, yakni setara dengan pengapalan 70,8 juta unit PC.

HP berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 8,4 persen YoY dan meraup pangsa pasar 20,2 persen. Sebanyak 57,5 unit PC dikapalkan sepanjang 2025.

Kemudian di posisi ketiga ada Dell Technologies yang mencatat pertumbuhan tipis 5,2 persen YoY, dengan pangsa pasar 14,4 persen dan total 41,1 juta unit PC dipasarkan.

Apple dan Asus secara berurutan menduduki posisi keempat dan kelima. Masing-masing mencatat pertumbuhan double-digit, dengan Apple 11,1 persen YoY dan Asus 13,4 persen YoY.

Apple meraup 9 persen pangsa pasar global, sementara Asus 7,2 persen. Sebanyak 25,6 juta PC Apple dikapalkan, sementara Asus 20,5 juta sepanjang 2025.

Akankah Merek Kecil Tergusur?

Memasuki 2026, krisis chip diprediksi akan menjadi ajang "seleksi alam". Raksasa seperti Lenovo, Apple, dan HP diperkirakan lebih mampu bertahan karena memiliki skala produksi besar dan akses prioritas terhadap alokasi memori.

Sebaliknya, vendor regional atau merek-merek kecil diprediksi akan semakin sulit mendapatkan komponen, yang berujung pada potensi hilangnya mereka dari persaingan pasar global.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Chip memori #gadget #gawai #Harga Laptop