RADAR JEMBER - Masih cerita Rismon yang oleh kawannya dicap "pengkhianat" terus bergulir. Cerita kali ini datang dari seorang yang pernah dipenjara empat tahun gara-gara ijazah Jokowi. Ia kali ini kecewa berat sama Rismon, sampai buku tulisannya berjudul Gibran End Game, dibakar. Simak narasinya sambil imagine seruput Koptagul, wak!
Dunia politik Indonesia kembali menghadirkan satu episode yang rasanya lebih cocok ditayangkan sebagai serial drama kolosal di Netflix. Penuh pengkhianatan, plot twist, dan api, ya, api sungguhan.
Di sebuah live TikTok yang beredar luas, tampil sosok yang tak asing di dunia kontroversi, Sugi Nur Rahardja, atau yang lebih populer dipanggil Gus Nur. Dengan peci hitam, jaket tebal, dan kacamata hitam yang membuatnya tampak seperti tokoh film aksi yang baru keluar dari markas rahasia. Ia melakukan aksi dramatis, membakar buku “Gibran End Game: Wapres Tak Lulus SMA.”
Lokasi live itu disebut-sebut dari sekitar Pontianak. Latar belakangnya pohon-pohon dan suasana terbuka seperti halaman rumah yang sedang santai. Tapi isi live-nya jauh dari santai. Di tangannya, buku yang dulu dipromosikan seperti naskah wahyu politik kini berubah menjadi kayu bakar ideologis.
Api menyala. Kamera menyala. Netizen juga menyala.
Adegan itu langsung meledak di TikTok dan X. Ada yang menonton sambil ngakak, ada yang menonton sambil merenung seperti filsuf Yunani yang kehilangan sandal.
Kenapa sampai dibakar?
Kisahnya bermula dari perubahan sikap yang mengejutkan dari Rismon Sianipar. Sebelumnya, Rismon termasuk salah satu tokoh yang paling vokal menyuarakan tuduhan mengenai dugaan ijazah palsu terkait Joko Widodo dan juga anaknya yang kini menjabat wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Buku “Gibran End Game: Wapres Tak Lulus SMA” bahkan sempat dipromosikan ramai-ramai. Ia dibagikan gratis ke berbagai pihak, seperti partai politik, anggota DPR, hingga dipamerkan di berbagai forum diskusi. Buku itu seperti pamflet revolusi digital yang diyakini akan mengguncang istana.
Gus Nur sendiri berada di barisan paling depan. Ia pernah dipenjara empat tahun karena kasus ujaran kebencian terkait isu tersebut. Dalam berbagai pernyataannya dulu, ia bahkan pernah mengatakan siap dipenjara 100 tahun jika ternyata ijazah itu terbukti asli.
Kalimat itu kini terasa seperti sumpah ksatria yang tiba-tiba dibacakan ulang di tengah panggung komedi politik.
Lalu datanglah Maret 2026. Plot twist muncul seperti naga dalam film fantasi.
Rismon tiba-tiba datang ke Solo dan meminta maaf kepada Jokowi. Tak berhenti di situ, ia juga mendatangi Istana Wakil Presiden untuk meminta maaf kepada Gibran. Dalam pernyataannya, ia mengaku setelah melakukan pengecekan ulang, ia menyimpulkan, ijazah tersebut asli dan tuduhan sebelumnya keliru.
Rismon bahkan menyatakan akan menarik buku lama, menulis buku koreksi baru, dan keluar dari kontestasi politik terkait isu ijazah.
Internet langsung gaduh.
Ada satu video yang sangat viral, momen ketika Gibran memeluk Rismon dan memberinya parcel Lebaran. Dalam video lain, Rismon terlihat berdiri sendirian memegang parcel setelah pintu ditutup. Netizen, seperti biasa, langsung menjadikannya bahan meme nasional.
Bagi Gus Nur, perubahan ini seperti meteor yang jatuh di tengah markas perjuangan.
Dalam live TikTok tersebut, ia meluapkan kekecewaannya. Buku yang dulu diperjuangkan bersama kini dianggap tamat riwayatnya. Ia mengatakan kisah ini sudah “end”. Dengan nada satire, ia juga melontarkan kalimat “cinta lagi nih Gus,” yang banyak ditafsirkan sebagai sindiran kepada Rismon yang dianggap kembali akrab dengan pihak yang dulu dikritiknya.
Api pun dinyalakan.
Buku terbakar perlahan, halaman demi halaman berubah menjadi abu politik.
Media sosial langsung bereaksi. Di X muncul berbagai caption, “GUS NUR BAKAR BUKU RESMON,” “Gibran End Game berubah jadi Rismon End Game,” hingga komentar bahwa Gus Nur terlihat lebih konsisten daripada rekannya yang memilih jalan damai.
Apakah ini sekadar ekspresi kekecewaan? Atau bagian dari drama politik yang lebih besar?
Di negeri yang politiknya kadang lebih dramatis dari perang Iran vs Israel, satu hal pasti, satu buku bisa berubah dari senjata revolusi… menjadi kayu bakar live TikTok dalam hitungan bulan.
Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar