Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang menonjol dalam upaya pembaruan birokrasi, terutama melalui kebijakan CETTAR. CETTAR, singkatan dari Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, Akuntabel, dan Responsif, bukan hanya sekadar slogan, melainkan telah diwujudkan dalam berbagai aspek pemerintahan dan pelayanan publik di daerah ini. Kebijakan tersebut telah membawa perubahan nyata, baik dalam kinerja aparatur sipil negara (ASN) maupun dalam kualitas layanan kepada masyarakat.
Salah satu aspek terpenting dari CETTAR adalah penerapan teknologi digital secara luas di lingkungan pemerintahan Jawa Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, digitalisasi administrasi telah membentuk birokrasi yang lebih cepat dan bertanggung jawab. Hal ini tercermin dari peningkatan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Jawa Timur yang pada 2023 meraih skor 3,62 dengan predikat “Sangat Baik”. Selain itu, Reformasi Birokrasi di provinsi ini juga mendapat nilai A, menandakan tata kelola yang semakin efektif dan bersih.
Digitalisasi tidak hanya penggunaan aplikasi atau perangkat lunak, tetapi juga perubahan pola kerja ASN. Melalui sistem seperti SIBEKISAR (Sistem Integrasi Bersama Kinerja Implementasi Budaya CETTAR), kinerja pegawai dapat dipantau secara langsung dan transparan, sehingga mereka terdorong untuk bekerja lebih cepat, efisien, dan bertanggung jawab. Alhasil, pelayanan publik pun menjadi lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penerapan CETTAR telah menempatkan Jawa Timur di posisi sepuluh besar provinsi dengan SPBE terbaik di Indonesia. Bahkan, pada tahun 2024, pemerintah provinsi Jawa Timur ini meraih penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian PAN-RB, yang menunjukkan keberhasilan nyata dalam reformasi birokrasi berbasis digital.
Keberhasilan CETTAR tidak hanya dirasakan di lingkungan birokrasi, tetapi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Berbagai inovasi yang lahir dari semangat CETTAR, seperti penilaian kinerja secara digital dan layanan administrasi online, memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah. Selain itu, CETTAR juga mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah. Dengan birokrasi yang adaptif dan bertanggung jawab, program-program pemerintah dapat dijalankan dengan lebih efektif dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Meski telah banyak kemajuan, tantangan tetap ada. Transformasi digital dan perubahan budaya kerja membutuhkan adaptasi yang berkelanjutan, baik dari sisi teknologi maupun sumber daya manusia. Pejabat Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus terus dilanjutkan hingga tercapai birokrasi berkelas dunia, yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya sebagai Mahasiswa, Melihat CETTAR sebagai langkah nyata perubahan yang patut diapresiasi dan dijadikan teladan bagi daerah lain di Indonesia. Dengan komitmen yang kuat dan konsistensi, Jawa Timur telah membuktikan bahwa birokrasi yang adaptif dan bertanggung jawab bukan hanya sekadar impian, melainkan realitas yang terus berkembang demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : M.Farrel Setiawan
Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Editor : Linda Harsanti