Membincang Cak Thoriq dan Bunda Indah Jelang Pilkada 2024
Oleh
Mohamad Dani Febri Andika *)
Perhelatan Pemilu 2024 selesai digelar. Di Kabupaten Lumajang, perolehan suara Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dimenangkan paslon nomor urut 02 (Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka) sebesar 68,18 persen (463.727) suara.
Di peringkat kedua diikuti pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 03 (Ganjar dan Mahfud) sebesar 16,45 persen (111.896) suara, dan terakhir pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 (Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar) sebesar 15,37 persen (104.520) (Sumber: KPU Lumajang). Kemenangan ini selaras dengan perolehan kursi DPRD Kabupaten Lumajang yang dimenangkan oleh Partai Gerindra dengan 11 kursi.
Sesudah pemilu 2024, kini masyarakat Lumajang akan mengikuti Pilkada 2024 yang akan digelar pada November mendatang. Inilah arah baru Pemimpin Lumajang mendatang. Sejauh penulis mengamati Bakal Calon Bupati Lumajang yang akan mengikuti proses demokrasi Pilkada 2024, ada dua yang isunya santer di masyarakat Lumajang.
Siapakah mereka? Cak Thoriq dan Bunda Indah. Cak Thoriq dan Bunda Indah yang merupakan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang (2018-2023) yang akan maju sendiri-sendiri sebagai bakal calon bupati Lumajang, atau pisah jalan untuk menduduki kursi N1 Lumajang?
Bunda Indah dan Cak Thoriq merupakan representasi sebuah proses yang wajib di contoh oleh pemuda Lumajang.
Mereka berdua terlahir tidak instan melainkan hasil dari sebuah proses. Bunda Indah mengawali karirnya sebagai Kepala Keuangan Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang (2003-2007), Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Lumajang (2007-2008), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lumajang (2008-2016), Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang (2016-2017), Wakil Bupati Lumajang (2018-2023), dari pengalaman-pengalaman di atas Bunda Indah sangat mampu memimpin di wilayah government.
Cak Thoriq juga mengawali karirnya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Periode (2009-2014) dan Bupati Kabupaten Lumajang periode (2018-2023).
Tidak heran, Baik Bunda Indah dan Cak Thoriq sama-sama mempunyai elektabilitas yang tinggi. Namun demikian masyarakat Lumajang masih meraba-raba, melihat kedepan untuk memimpin Kabupaten Lumajang.
Jangan sampai masyarakat Lumajang terpecah belah, harapannya meskipun berbeda pilihan tetapi untuk kemajuan Lumajang kita semua harus bersatu.
Pilkada 2024 yang kurang lebih akan diselenggarakan enam bulanan lagi.
Mulai banyak dukungan baliho dan dukungan dari arus bawah masyarakat Lumajang banyak yang mensupport Bunda Indah Menjadi Bupati Lumajang (2024-2029).
Dilansir dari berbagai media sosial yang penulis amati, Masyarakat Lumajang rupanya menginginkan sosok baru untuk memimpin Lumajang kedepannya.
Bagaimana dengan Cak Thoriq? Cak Thoriq yang notabene ketua tim pemenangan Anies-Muhaimin Jawa Timur di Pemilu 2024 yang lalu juga sudah mulai gencar melompatkan pion-pion politiknya di Pilkada 2024 Lumajang.
Sejauh penulis amati, dukungan yang mengarah ke Cak Thoriq hanya sebatas via media sosial. Tidak ada dukungan resmi yang dilakukan oleh arus bawah masyarakat Lumajang.
Tetapi penulis juga mengingatkan, problematika Lumajang begitu kompleks.
Pertama, dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang Persentase penduduk miskin di Kabupaten Lumajang mengalami penurunan dari 9,06 persen pada bulan Maret 2022 menjadi sebesar 8,93 persen pada bulan Maret 2023.
Ini adalah pengingat untuk pemimpin yang akan menduduki kursi N1 guna terus menurunkan angka kemiskinan yang ada di Lumajang. Kedua, Indeks Pembangunan Kabupaten Lumajang Tahun 2023 sebesar 69,37 mengalami peningkatan 0,89 poin atau 1,30 persen dibandingkan tahun 2022 sebesar 68,48.
Selain mengalami kenaikan, peringkat Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lumajang Tahun 2023 juga naik dari 36 ke 35. Langkah yang bagus meskipun harus terus ditingkatkan. Ketiga, soal TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) Kabupaten Lumajang 2023 juga mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
Langkah yang gemilang untuk memupuk harapan menuju Lumajang menyala.
Keempat, soal daerah rawan bencana, pemimpin Lumajang ke depan harus mampu sigap dan cepat mengatasi potensi bencana alam mulai dari gunung meletus, banjir lahar panas atau dingin, gempa bumi, dan tsunami. Karena Lumajang adalah kawasan rawan bencana alam.
Terakhir perihal konflik horizontal (pekerja tambang pasir dan masyarakat sekitar tambang). Isu ini juga harus menjadi konsen bakal calon bupati di pilkada Lumajang 2024.
Jangan sampai, mereka lupa bahwa masyarakat Lumajang yang mengais rejeki di tambang pasir (baik supir truk tambang ataupun penambang) harus bisa didengar suaranya agar di sisi mereka juga merasakan keadilan.
Begitu Pula masyarakat sekitar tambang, jangan sampai mereka hanya merasakan debu jalan yang dilalui truk tambang juga merenggut rusaknya jalan warga yang dilalui untuk aktivitas sehari-hari.
Penulis mencoba memberi win win solution untuk permasalahan ini dengan cara memberikan rasa keadilan dari kedua belah pihak.
Contoh, jalan warga yang dilalui truk tambang standar pengaspalan jalannya dipertebal kemudian untuk sopir truk tambang harus mentaati nomokrasi yang sudah ditentukan oleh pemkab Lumajang.
Bunda Indah dan Cak Thoriq atau pun nanti ada poros ketiga yang terbentuk harus bisa memberikan solusi konkrit tentang problematik Kabupaten Lumajang. Jangan sampai masyarakat muak dengan sosok pemimpin yang hanya mengandalkan pencitraan semata tapi tidak ada kerja nyata.
Di Pilkada 2024 Lumajang mendatang, arah baru pemimpin Lumajang harus melahirkan sosok pemimpin yang berintegritas, inspiratif, solutif, dan betah terhadap kritik.
*) Penulis adalah Penulis Mahasiswa Aktif ITB Widya Gama Lumajang, Fungsionaris PAO HMI Cabang Jember Periode 2023-2024.
Editor : Radar Digital