Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jika Jember Terhubung Tol Probowangi

Radar Digital • Jumat, 26 April 2024 | 22:39 WIB
Photo
Photo

Jika Jember Terhubung Tol Probowangi

Oleh

Dicky Andriyanto *)

PEMBANGUNAN infrastruktur di Indonesia terus digenjot demi mempermudah mobilisasi masyarakat dengan perluasan jalan tol di berbagai daerah. Salah satunya yang sedang berlangsung pembangunan Tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi).

Jalur pantai utara ini sudah lama menjadi akses bagi masyarakat yang ingin menuju Kabupaten Banyuwangi atau Bali karena dinilai lebih cepat dibanding jalur Lumajang dan Jember.

Jalur pantura juga memiliki panorama pantai yang menarik dan membuat perjalanan tidak terasa bosan. Proyek yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 21 triliun itu diharapkan dapat mempersingkat perjalanan, terutama bagi kendaraan pengangkut barang/ekspedisi yang menuju timur Jawa atau sebaliknya.

Sejalan dengan konsep supply chain (rantai pasok) yang dijelaskan oleh Laudon (2017) serta riset Jain, Chakraborty, dan Choudhary (2024) bahwa semakin cepat sistem distribusi barang dapat meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan, perputaran produksi barang semakin cepat yang menandakan bahwa penjualan produk juga semakin banyak.

Tidak kalah penting mampu meminimalisasi biaya operasional yang berdampak kepada peningkatan profitabilitas perusahaan.

Melihat manfaat jalan tol yang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, maka diharapkan bisa melintasi beberapa kota/kabupaten supaya sektor perekonomian di wilayahnya dapat berkembang dengan adanya ruas jalan tol yang melewatinya, termasuk Kabupaten Jember yang digadang-gadang akan dilewati Tol Probowangi.

Banyak media yang membahas Jember akan dilewati Tol Probowangi. Namun, terdapat pula yang memberitakan masih sekadar wacana.

Kementerian PUPR merilis wilayah yang terbagi dalam dua tahap pembangunan meliputi Gending-Besuki (tahap 1) dan Besuki-Banyuwangi (tahap 2). PUPR melalui akun media sosialnya (@pupr_bpjt), diunggah tahun 2023, telah memublikasikan peta pembangunan lengkap dengan wilayah yang dilewati antara lain Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

Baca Juga: Cerita Gedung Lawas PTPN yang Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka, Kini Ludes Terbakar, Seperti Apa?

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa Kabupaten Jember tidak termasuk ke dalam wilayah yang dilewati megaproyek Tol Probowangi yang ditargetkan rampung pada akhir 2024 ini.

Kabupaten Jember sebenarnya bisa dipertimbangkan untuk menjadi cabang Tol Probowangi karena memiliki daya tawar yang bagus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Jember.

Beberapa unsur penunjang yang menjadi nilai positif Kabupaten Jember untuk layak dilewati Tol Probowangi di antaranya, Jember sebagai pusat pendidikan di wilayah Tapal Kuda dan memiliki keunggulan di sektor pertanian.

Pertama, membahas kota pendidikan di Jawa Timur, maka Jember menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa, di samping Surabaya dan Malang.

Hal ini secara tidak langsung menciptakan suatu pergerakan menuju wilayah Jember dengan hadirnya perguruan tinggi. Masuknya mahasiswa tidak hanya menambah daya tarik Jember. Namun, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia mampu menciptakan perputaran uang yang cukup pesat dengan segala aktivitas bisnis yang bisa ditawarkan.

Seperti jasa kos, UMKM, dan lainnya. Semakin cepat dan aktif tingkat perputaran uang dalam suatu wilayah, menandakan telah terjadi kegiatan ekonomi cukup tinggi di dalam wilayah tersebut.

Belum lagi hadirnya lembaga lain yang bisa menyediakan penunjang fasilitas belajar, seperti Bank Indonesia dan OJK, membuat Jember semakin diminati sebagai referensi tempat belajar. 

Kedua, pertumbuhan ekonomi Jember cenderung meningkat di posisi kedua se-Karesidenan Besuki dengan persentase 4,93 persen, lebih tinggi dibanding Kabupaten Probolinggo sebesar 4,73 persen yang wilayahnya dijadikan akses tol (BPS, 2023).

Iklim ekonomi yang positif itu tidak terlepas dari kontribusi di sektor pertanian sebagai tumpuan perekonomian masyarakat Jember yang dikenal dengan Kota Tembakau.

Dengan total pemanfaatan lahan untuk usaha pertanian terluas di Jawa Timur mencapai 370.920 meter persegi, sektor pertanian mendongkrak pendapatan Jember.

Terlebih ada pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia di Jember, dapat memperkuat produk pertanian yang berimbas pada penguatan ekonomi Kabupaten Jember.

Melihat potensi itu, maka sebagai langkah untuk mempermudah mobilisasi masyarakat yang ingin belajar di Jember dan mempermudah distribusi hasil pertanian, maka dibutuhkan akses yang cepat supaya waktu tempuh tidak terlalu lama.

Seperti pembukaan cabang Tol Probowangi yang mengarah ke Jember.

Seharusnya memang tidak ada keraguan untuk memberikan akses tol kepada Jember dengan mempertimbangkan beberapa keunggulan yang dimilikinya, meskipun selama ini telah tersedia akses transportasi cepat seperti kereta api, memfasilitasi penumpang sampai dengan relasi paling jauh, yaitu Jakarta.

Namun, perlu melihat perkembangan ke depan bahwa pembangunan di Jember dapat diproyeksikan menjadi daerah besar dan dikenal luas.

Sebagai bukti kegiatan JFC menjadi sangat ikonik bagi Jember dan mengundang atensi masyarakat internasional untuk berpartisipasi. Acara tersebut menarik banyak wisatawan dan berbondong-bondong datang melihat langsung JFC.

Menjadi perhatian besar bagaimana memfasilitasi kedatangan para wisatawan menuju Jember dengan lebih efektif.

Melalui kereta api bisa saja, tapi perlu menyesuaikan jadwal dan kuota yang terbatas, sehingga perjalanan menggunakan mobil menjadi opsi terbaik karena tidak diburu oleh waktu dan kuota, serta efektif karena dapat leluasa mengangkut barang sesuai kebutuhan.

Tetapi, sebagaimana diketahui, menggunakan moda transportasi mobil dari arah barat, maka akan melewati Lumajang yang menjadi jalur utama menuju Jember dengan tingkat risiko macet karena dipadati truk-truk besar bermuatan pasir, kayu, atau muatan berat lainnya. Sehingga kemacetan di jalur Lumajang–Jember tidak bisa dihindari.

Walaupun datang dari arah timur, ancaman macet karena longsor dan berhentinya truk-truk besar yang mengalami kerusakan di Gumitir menjadi perhatian serius karena pelancong akan menilai dan mempertimbangkan kembali untuk kedatangannya ke Jember di periode selanjutnya. 

Kendati demikian, harapan akses tol melewati Jember terus bergema sebagai wujud keinginan daerah menjadi lebih maju melalui kemudahan akses mobilisasi yang diharapkan bisa difasilitasi oleh pusat.

Menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan Kabupaten Jember adalah terus meningkatkan daya tawar yang tinggi kepada pusat untuk menunjukkan dan meyakinkan jika Jember perlu difasilitasi akses tol karena memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kembali lagi kepada konsep Supply Chain, mudahnya akses mobilisasi menjadi peluang besar untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.

*) Penulis adalah dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

Editor : Radar Digital
#Tol Probowangi #Jember #jalan tol