Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Buah Merdeka Belajar di Jember

Radar Digital • Selasa, 11 Juli 2023 | 20:00 WIB

Photo
Photo

(Refleksi Hari Keterampilan Pemuda Sedunia)

Oleh: M Aminudin *)

ADA kado istimewa dari Pemuda Jember yang masih berstatus pelajar menjelang Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, Juli 2023, berupa inovasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam bentuk kecil ada juga inovasi teknologi buatan untuk mempresentasikan keragaman budaya di Indonesia, dan masih banyak lagi yang lainnya di acara di Hari Pendidikan Nasional, di Alun-Alun Jember.

Bisa jadi capaian tersebut adalah sebagian dari buah program Merdeka Belajar. Kurikulum Merdeka memang lebih sederhana dan fleksibel sebagai upaya semakin membuat siswa lebih aktif. Lantaran jenis-jenis aktivitas yang ada di dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek. Kurikulum itu semakin membuat siswa lebih aktif.

Merdeka Belajar yakni dengan pengintegrasian project based learning (PBL) sebagai alternatif pilihan model pendidikan dalam merdeka belajar sebagai model pembelajaran inovatif dan kreatif dalam membekali siswa menerapkan konsep merdeka belajar. Di antaranya berpikir kritis, kolaborasi, serta mencari solusi terbaik dalam permasalahan yang dihadapi.

Dalam bingkai merdeka belajar peran guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, kondusif, mengenal gaya belajar siswa serta lebih memfokuskan pada kebutuhan, minat dan bakat siswa dalam hal ini konteks merdeka belajar. Menciptakan atmosfir kelas yang kondusif agar membuat siswa lebih termotivasi dalam memahami materi.

Di samping itu, guru harus bisa memikirkan solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Seperti pendekatan, model, metode yang tepat dalam proses pembelajaran, strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, penilaian yang tepat, serta output siswa yang sesuai dengan yang harapan dari segi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dalam konsep merdeka belajar, guru diberi kebebasan dalam menentukan langkah yang tepat dan strategi, sehingga bisa menjawab semua tantangan dan permasalahan pendidikan saat ini. Berkaitan dengan konteks merdeka belajar dalam hal ini, penulis menerapkannya dalam project based learning.

Project Based learning merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dalam melakukan suatu investigasi terhadap suatu topik. Investigasi dalam memecahkan masalah dan mencari solusi yang tepat dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan bakat dan ketertarikan siswa.

Dalam model pembelajaran project based learning siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan pengolahan informasi lainnya untuk menghasilkan berbagai bentuk belajar yang sangat dekat dengan pekerjaan nyata di lapangan. Kegiatan tersebut dilakukan siswa secara kolaborasi dan kreatif.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) “Kemampuan berkolaborasi di dunia pendidikan semakin dibutuhkan di era saat ini, karenanya kolaborasi dan membangun kreativitas menjadi esensi dari kebijakan Merdeka Belajar.

Model pembelajaran project based learning (PBL) ini tidak hanya fokus pada hasil produknya saja, namun lebih menekankan pada proses bagaimana siswa dapat menentukan masalah, kemudian memecahkan masalah dan akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk.

Pendekatan ini membuat siswa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dengan berpartisipasi aktif dalam pengerjaan proyeknya. Guru bebas berkreasi sesuai dengan target yang dicapai, begitu juga peran siswa dalam memberikan karya yang sesuai dengan minat dan ketertarikan siswa itu sendiri.

Pembelajaran berbasis proyek selalu bersumber dari sebuah masalah atau pertanyaan. Permasalahan yang dipecahkan harus memiliki tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan level siswa.

Selanjutnya proyek yang dilakukan siswa harus mencakup pertanyaan dalam dunia nyata atau yang relevan dengan pengalaman siswa. Dengan demikian siswa dapat menghubungkan antara pengetahuan yang didapatkannya saat pembelajaran dengan kegunaannya di dunia nyata.

Dalam penerapan project based learning siswa diharapkan mampu merefleksikan semua pengalaman yang didapat selama mengerjakan proyeknya. Kemudian, siswa mampu menyimpulkan pelajaran berharga apa yang dapat diambil selama proses project based learning.

Metode pembelajaran project based learning juga mengajarkan pada siswa untuk dapat memberikan dan menerima masukan-masukan atas proyek yang dilakukannya. Dengan demikian mereka tidak hanya belajar dari guru tetapi dapat saling belajar dari teman sebaya.

Di akhir proses pembelajaran berbasis proyek, siswa harus mampu mempresentasikan penemuannya atau produk yang dihasilkannya di depan kelas atau bahkan di depan masyarakat umum.

Selain berdiskusi tentang proyeknya, diharapkan siswa mampu menarik kesimpulan dari apa yang telah dipelajari dan juga dipraktikkan. Dari pemaparan tersebut jelas sekali bagaimana penerapan model project based learning menunjukkan peran siswa dalam berkolaborasi, berpikir kritis, menentukan permasalahan dan mencari solusi terhadap permasalahan, sehingga sejalan dalam konteks merdeka belajar.

Dengan metode merdeka belajar di atas mendorong iklim pendidikan yang menghasilkan inovasi, seperti di acara Hardiknas, Mei 2023, pada pameran Expo Pendidikan Alun-Alun Jember. Yaitu pelajar Jember mampu membuat inovasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Tapi pada gebyarnya program Merdeka Belajar di tahun keempat ini sudah membuahkan hasil apa saja. Hal itu perlu dievaluasi implementasi merdeka belajar, seperti adakah kesenjangan yang lebar antara kualitas lulusan sebelum merdeka belajar dan setelah merdeka belajar?

Berikutnya, adakah kesenjangan yang lebar tingkat penyerapan ilmu pengetahuan dan skill antara sekolah antara sekolah satu dengan lainnya, antara kota dan desa? Kenapa di Jember di era Merdeka Belajar ini Kekerasan terhadap anak terbilang cukup tinggi sekitar setahun terakhir dengan jumlah 197 kasus?

Padahal Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Merdeka belajar adalah menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, kondusif termasuk kondusif bagi pengurangan kekerasan. Jika PR terakhir itu juga berhasil diatasi, maka buah merdeka belajar di Jember akan semakin dirasakan masyarakat luas.

*) Penulis adalah Peneliti Institute for Strategic and Development Studies (ISDS), dan pernah menjabat sebagai Staf Ahli Pusat Pengkajian MPR RI tahun 2005, serta Staf Ahli DPR RI 2008.

Editor : Radar Digital
#Jember #Hari Keterampilan Pemuda Sedunia