Radar Jember – Hasil tidak mengkhianati proses. Prinsip itu dibuktikan Pengurus Kabupaten Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI) Jember.
Lewat program training center (TC) yang digelar secara rutin, kontingen Jember sukses memborong 32 medali pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dancesport Jawa Timur 2026 di Surabaya, akhir pekan lalu.
Kejuaraan tersebut sekaligus menjadi ajang mengukur kesiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Sebanyak 21 atlet didampingi enam ofisial diterjunkan dalam kejuaraan yang bersifat terbuka (open tournament) tersebut. Mereka mampu membawa pulang lima medali emas, 10 perak, dan 17 perunggu.
Persaingan pun tidak mudah karena sejumlah atlet yang turun merupakan langganan PON hingga SEA Games. Sehingga hasil yang diraih Jember menjadi modal berharga menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027 mendatang.
Ketua IODI Jember Sisca Batara mengatakan, raihan tersebut tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Selama beberapa bulan terakhir, atlet rutin menjalani TC sebagai upaya meningkatkan kemampuan teknik sekaligus menjaga kebugaran fisik.
"Hasil ini menjadi bukti bahwa latihan dan TC yang kami lakukan selama ini berjalan dengan baik. Kejurprov menjadi bagian untuk mengukur hasil latihan sekaligus melihat kekuatan lawan menuju Porprov," ujarnya.
Menurut Sisca, aspek fisik menjadi perhatian utama dalam program latihan. Sebab, atlet dancesport dituntut tampil dalam beberapa nomor secara beruntun dengan intensitas tinggi.
Pada nomor latin, misalnya, seorang atlet bisa melakukan penampilan hingga empat kali dalam satu kategori pertandingan. Karena itu, kebugaran dan daya tahan tubuh menjadi faktor penting agar performa tetap stabil hingga babak akhir.
Selain menjadi ajang berburu medali, Kejurprov juga dimanfaatkan untuk memetakan kekuatan pesaing. Surabaya masih menjadi lawan terberat karena memiliki kedalaman atlet yang sangat baik.
Bahkan, beberapa peserta yang tampil di Surabaya telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional maupun internasional. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bekal dalam menyusun program pembinaan menuju Porprov 2027 yang masih menerapkan sistem promosi dan degradasi bagi atlet.
"Surabaya masih menjadi lawan terkuat dan itu menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas atlet menuju Porprov 2027," pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh