AMERIKA SERIKAT, Radar Jember Justin Gaethje akhirnya mencapai puncak kariernya dengan merebut sabuk juara kelas ringan setelah mengalahkan Ilia Topuria.
Kemenangan ini terasa spesial mengingat perjalanan panjang Gaethje yang penuh lika-liku. Di usia 37 tahun, ia membuktikan bahwa ketekunan dan mental baja mampu mengalahkan segala rintangan.
Baca Juga: Malam Kelam Sang Juara: Rekor Sempurna Ilia Topuria Runtuh di Tangan Gaethje
Sejak awal laga, Gaethje menunjukkan keberanian luar biasa.
Ia langsung menekan tanpa takut terhadap reputasi Topuria yang belum terkalahkan.
Meski sempat terjatuh di ronde kedua, Gaethje tidak goyah. Ia mampu bertahan dari ancaman submission dan kembali bangkit.
Baca Juga: Duel Bersejarah di Gedung Putih: Gaethje Tumbangkan Topuria dalam Laga Brutal UFC Freedom 250
Ronde ketiga menjadi titik kebangkitan. Gaethje mulai mendominasi dengan pukulan keras yang konsisten.
Setiap serangan yang dilancarkan memiliki dampak besar. Wajah Topuria perlahan mengalami kerusakan.
Di ronde keempat, Gaethje tampil semakin percaya diri.
Ia terus menekan tanpa memberi kesempatan bagi lawan untuk bangkit.
Akhirnya, kemenangan diraih melalui penghentian oleh tim lawan. Gaethje pun resmi menjadi juara tak terbantahkan kelas ringan UFC.
Editor : Faqih Humaini