RADAR JEMBER - Di tengah hiruk-pikuk persaingan sengit Proliga 2026, bintang voli nasional Megawati Hangestri bersama jajaran pelatih Jakarta Pertamina Enduro (JPE) secara terbuka melontarkan kritik pedas.
Mereka menyoroti adanya keganjilan dalam format baru babak final yang dianggap tidak adil dan merugikan tim yang sudah berjuang sejak awal musim.
Baca Juga: SMASH GELEGARR! Megawati Hangestri cs Ngamuk, JPE Segel Gelar Juara Lagi
Kritik ini muncul setelah adanya perubahan mendadak pada sistem penentuan juara yang dinilai mengabaikan konsistensi poin di babak reguler.
Hal ini memicu ketegangan di antara para pemain dan ofisial tim yang merasa kerja keras mereka selama berbulan-bulan terancam sia-sia hanya karena regulasi yang dianggap "ajaib".
Pelatih Jakarta Pertamina Enduro (JPE), Bulent Karslioglu, mempertanyakan kejanggalan format baru Grand Final Proliga 2026.
Menurut pelatih asal Turki ini, format grand final Proliga 2026 tidak biasa. Baginya aneh ketika tim peserta kompetisi melakoni best of three setelah menjalani babak reguler dan final four.
"Kalau dari best of three habis [babak] reguler kemudian babak final four masih tanding lagi, terus diulang lagi grand final gitu," kata Karslioglu di GOR Amongrogo, Sabtu (25/4).
"Kalau best of five, ya itu kalau sudah ranking satu dua, ya itu aja yang akan tanding. Mengapa ada final four? Buang-buang napas gitu ya," ucapnya menjelaskan.
Editor : M. Ainul Budi