Radar Jember – Keringat orang di balik layar dari kesuksesan meraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025, sudah kering.
Pesta pora kesenangan juga tuntas dilaksanakan, sejak Pemkab Jember memberikan reward peraih medali Porprov.
Namun, di saat menatap persiapan Porprov Jatim 2027, terdapat cabor yang kecewa. Khususnya cabor peraih medali perunggu di Porprov Jatim 2025 lalu.
Sebab, mereka merasa minimnya perhatian dan apresiasi dari KONI Jember, dalam kegiatan Monev TC.
Baca Juga: Cetak Prestasi Gemilang, Polije Borong Penghargaan dari KPPN Jember
Salah satu suara kekecewaan datang dari Askab PSSI Jember. Exco PSSI Jember Denny Apriyanto mengatakan, mengaku kecewa karena capaian medali perunggu yang diraih sebelumnya tidak mendapat apresiasi layak.
Padahal, perjuangan tim dilakukan dengan biaya mandiri dan usaha maksimal demi membawa nama Jember.
Ia menilai seharusnya setiap medali tetap mendapat penghargaan yang setara sebagai bentuk pengakuan.
“Kami ini berjuang membawa nama Jember, bahkan dengan biaya mandiri. Tapi setelah dapat perunggu, tidak ada apresiasi dari KONI, ini yang membuat kami kecewa,” tegasnya.
Bagi PSSI, bentuk apresiasi bukan semata soal nominal, melainkan pengakuan atas kerja keras atlet dan tim.
“Pemerintah saja memberikan reward, kami hanya berharap KONI juga bisa menghargai perjuangan kami,” katanya.
Diketahui, monev TC dari KONI Jember kali ini setiap cabor mendapatkan SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) yang diberikan ke pelatih ataupun official bukan atlet. Jumlah orang yang mendapatkan SPPD juga berbeda-beda setiap cabor.
Deny menjelaskan, cabor yang mendapatkan SPPD TC lebih memprioritaskan peraih medali emas, dan perak.
Justru cabor peraih medali perunggu kuota SPPD TC nya itu disamakan dengan cabor yang tidak mendapatkan medali.
Kekecewaan serupa juga disampaikan cabor lain yang meraih medali perunggu. Mereka menilai pembagian apresiasi belum mencerminkan keadilan, karena ada cabor peraih perunggu yang disamakan dengan cabor tanpa prestasi.
Baca Juga: Tanpa BBM Sehari, UIN KHAS Jember Uji Gaya Hidup Hemat Energi
Padahal, proses dan perjuangan yang dilalui tidaklah ringan. “Harusnya berbeda. Cabor peraih perunggu ini selayaknya dihargai seperti peraih medali emas dan perak,” ujar salah satu pengurus yang enggan disebutkan namanya.
Walau kondisi demikian, Denny tetap fokus mempersiapkan tim melalui latihan rutin dan seleksi berkelanjutan.
Persiapan ini dilakukan untuk jangka panjang, sembari menunggu perkembangan pemain di level yang lebih tinggi. “Latihan tetap berjalan seminggu dua kali karena kami menyiapkan tim ini untuk jangka panjang, bukan instan,” ujarnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh