Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Legenda dan Ambisi Tinggi Dvalishvili Bidik Rekor di UFC 323, Begini Tekat Kuatnya

Faqih Humaini • Sabtu, 6 Desember 2025 | 17:10 WIB
GAGAH: Merab Dvalishvili saat pamerkan sabuk juaranya (ig:merab)
GAGAH: Merab Dvalishvili saat pamerkan sabuk juaranya (ig:merab)

LAS VEGAS, Radar Jember - Pada ajang UFC 323 yang berlangsung 6 Desember 2025 di T-Mobile Arena, perhatian banyak tertuju pada petarung asal Georgia, Merab Dvalishvili.

Ia akan mempertaruhkan gelar juara kelas bantam terhadap mantan juara, Petr Yan, dalam upaya melakukan pertahanan gelar untuk keempat kalinya di tahun yang sama  sebuah rekor yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah promosi.

Dvalishvili (21-4) sebelumnya berhasil merebut sabuk juara di September 2024, dan sepanjang 2025 telah mempertahankannya beberapa kali termasuk kemenangan dominan atas lawan-lawan tangguh.

Dalam pertemuan terakhir melawan Yan di Maret 2023, Dvalishvili unggul hampir di seluruh aspek: menyerang lebih banyak, melakukan takedown berulang kali, dan memenangkan semua ronde di kartu juri.

Kini, memasuki duel ulang, “The Machine” membawa momentum kuat — bukan cuma status sebagai juara, tapi juga tekanan untuk membuat sejarah.

Jika berhasil, ia akan menorehkan prestasi sebagai petarung pertama yang mempertahankan gelar bantam four times in one calendar year.

Faktor fisik dan gaya bertarung Dvalishvili pun disoroti, tak hanya dominasi dalam takedown, tetapi juga stamina luar biasa dan kontrol tempo pertarungan  aspek yang membuat banyak pengamat yakin bahwa ia punya peluang besar kembali menang.

Namun, meskipun unggul di atas kertas, Dvalishvili tetap menghadapi tekanan besar.

Mempertahankan gelar sebanyak tiga kali saja sudah sulit apalagi empat kali dalam satu tahun dengan lawan sekuat Petr Yan.

Kegagalan pada satu pertarungan bisa merusak catatan historisnya.

Dalam konferensi jelang acara, pelatih dan tim Dvalishvili menyatakan fokus pada persiapan matang  dari kondisi fisik, strategi takedown, hingga adaptasi terhadap gaya striking Yan agar tidak memberi celah bagi sang penantang.

Bagi penggemar dan komunitas MMA, UFC 323 bukan sekadar pertarungan untuk gelar melainkan momen bersejarah. Bila Dvalishvili menang, namanya akan tercatat dalam catatan sejarah sebagai ikon dominasi kelas bantam 2025.

Sebelum bel berbunyi 6 Desember, sorotan global tertuju pada apakah Dvalishvili mampu memenuhi ambisinya atau justru pertahanan terakhir tahun 2025 ini berakhir dengan kejutan. (faq)

Editor : M. Ainul Budi
#Petr Yan #merab dvalishvili #ufc