Radar Jember – Harapan Francesco Bagnaia untuk meraih podium di sprint race MotoGP Ceko kandas bukan karena kesalahan strategi atau performa.
Melainkan karena gangguan elektronik pada motornya sendiri.
Masalah tersebut membuat dashboard Ducati miliknya secara keliru mengeluarkan peringatan tekanan ban rendah, yang akhirnya mengacaukan seluruh balapan Pecco, sapaannya.
Bagnaia memulai sprint dari pole position untuk pertama kalinya musim ini.
Namun, finis di posisi ketujuh setelah sempat turun performanya secara drastis.
Ia bahkan sempat membiarkan rider lain menyalip demi menaikkan tekanan ban—berdasarkan peringatan yang ternyata salah.
“Saya menerima notifikasi dari dashboard bahwa tekanan ban saya di bawah batas. Saya biarkan rider lain lewat, tapi pesan itu tetap muncul. Saya yakin akan kena penalti,” ujar Bagnaia kepada MotoGP.
“Begitu saya masuk pit, ternyata saya bahkan tidak dalam penyelidikan. Kami cek data, dan sejak lap kedua tekanan saya sebenarnya sudah di atas batas aman. Jadi ini benar-benar aneh,” tambahnya.
Ducati Bermasalah, Beda Nasib dengan Marc Marquez
Masalah ini datang hanya beberapa jam setelah Marc Marquez juga terlihat memperlambat laju motornya demi menghindari penalti tekanan ban.
Namun, berbeda dengan Bagnaia, Marquez lolos dari hukuman setelah pihak Race Direction mengakui adanya sistem yang salah mendeteksi tekanan bannya.
“Marc sempat membiarkan Pedro (Acosta) lewat, tekanannya naik, lalu ia salip lagi. Itu prosedur yang normal. Tapi di kasus saya, walau saya sudah lakukan hal sama, pesan di dashboard tidak hilang,” jelas Bagnaia.
Masalah ini juga bukan satu-satunya gangguan elektronik yang ia alami di Brno.
“Bahkan sebelum balapan dimulai, dashboard saya sudah bermasalah. Tim saya mencoba menyetel ulang semuanya. Mungkin ada sesuatu yang tidak berjalan dengan benar,” tambahnya.
“Tim saya lebih tahu detailnya. Tapi ya, ini yang terjadi,” katanya.
Bagnaia mengaku sempat kehilangan fokus ketika peringatan tekanan ban muncul.
Meski kehilangan peluang besar naik podium, Bagnaia mengaku tetap bisa memetik pelajaran berharga dari balapan ini.
Terutama dari momen saat ia bisa menguntit Marc Marquez di awal lomba.
“Aneh memang, tapi saya cukup senang hari ini. Untuk pertama kalinya saya bisa merebut pole. Bahkan ketika Marc jatuh saat dua persepuluh detik lebih cepat,” kata Bagnaia.
“Saya belajar banyak saat mengikutinya. Saya kuat di area pengereman, tapi kalah di akselerasi karena dia bisa membelokkan motor lebih halus. Gaya membalapnya sekarang sangat smooth.” Puji Bagnaia.
Editor : Imron Hidayatullahh