Dikecam Warganet: Karnaval di Pekalongan Unsur Satanic Dalam Perayaan Maulid Nabi?

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:20 WIB
Caption foto: potret penampilan yang diduga melakukan ritual satanic (Tangkapan Layar Tiktok: @/0_storyyy)
Caption foto: potret penampilan yang diduga melakukan ritual satanic (Tangkapan Layar Tiktok: @/0_storyyy)

RADAR JEMBER – Panitia dan peserta yang mengikuti Simbang Kulon Night carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa tengah, menyampaikan permintaan maafnya setelah salah satu dari penampilan di acara tersebut menuai perdebatan di media sosial. 

Karnaval ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pada 10 September 2026. Karnaval ini diikuti oleh 25 kelompok dari mushola-mushola di kelurahan Simbang Kulon.

Perhatian publik bermula karena video berdurasi sekitar 1,5 menit yang memperlihatkan satu kelompok peserta. Tim Simone yang saat itu mengenakan kostum monster dengan membawa peti berisi kepala kambing dan simbol bintang gelap. Hal ini, akhirnya dikaitkan dengan pentagram. 

Baca Juga: Dari YouTube ke Panggung Pekalongan, Atraksi Seminggu Ini Jadi Sorotan

Dalam pertunjukkan karnaval tersebut, ada adegan penyembelihan kambing di atas panggung yang menyebabkan banyak orang salah menafsirkan menjadi ritual satanis.

Setelah banyak tuduhan yang kontroversial, perwakilan Tim Simone, M Akhid mengklarifikasi bahwa konsep kostum yang dipakai hanya terinspirasi dari referensi visual di Youtube tanpa mengetahui maka simbol yang digunakan. 

Terkait dengan penyembelihan kambing, M Akhid menjelaskan bahwa setelah disembelih daging kambing tersebut akan dimakan bersama sama seusai acara.

Mahsun selaku ketua panitia SKNC 2026 juga menegaskan bahwa seluruh peserta hanya pemuda-pemudi setempat yang tampil untuk menghibur warga tanpa ada unsur kesengajaan yang mengarah ke simbol satanisme. 

Kasus ini juga menarik perhatian Pemerintah kabupaten Pekalongan. Mereka memanggil panitia dan peserta untuk dimintai klarifikasi.

Sementara itu, Wakil ketua Umum MUI KH M. Cholil Nafis berpendapat bahwa konsep dari pertunjukan ini tidak sesuai semangat Maulid Nabi dan meminta penyelenggara acara keagamaan untuk lebih selektif memadukan unsur seni dengan nilai-nilai islam ke depannya.

Penulis: Yunita Wardatul Choiriyah

Editor : M. Ainul Budi
karnaval satanic satanic berita pekalongan pekalongan news pekalongan