RADAR JEMBER - Banyak yang membayangkan pelatihan Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) bakal fokus ke strategi bisnis, pemasaran, keuangan, dan digitalisasi.
Tapi potret pelatihan yang beredar justru memunculkan perdebatan karena dinilai lebih dekat dengan pendekatan semimiliter dibanding penguatan kapasitas pengelolaan koperasi.
Baca Juga: Polemik KDMP di Bondowoso, DPRD: Sebut Semua Pihak Jadi Korban Kebijakan
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengingatkan bahwa tugas utama manajer KDMP adalah mengelola usaha agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Karena itu, kemampuan yang perlu diperkuat seharusnya mencakup pengelolaan usaha, keuangan, pemasaran, digitalisasi, hingga pengembangan bisnis.
Baca Juga: Bawa Enam Tuntutan Utama: Aliansi Mahasiswa Lumajang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG dan KDMP
Menurut Mufti Anam, tujuan besar program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah menggerakkan ekonomi warga desa, mulai dari meningkatkan pendapatan masyarakat, membeli hasil panen petani dengan harga yang layak, menyediakan kebutuhan pokok lebih murah, membuka lapangan kerja, hingga menghasilkan keuntungan bagi anggota koperasi.
Disiplin memang penting, tapi yang paling utama tetap hasil yang bisa dirasakan masyarakat.
Editor : M. Ainul Budi